Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Merusak Alam, Pemkab TTU Tutup Tambang Emas Ilegal di Miomafo Timor Tengah Utara
Advertisement . Scroll to see content

Tambang Emas Ilegal TTU Bikin Geger, 4 WNA China Disebut Masuk Gunung Binoni

Senin, 21 September 2026 | 06:51 WIB
  • author *Sefnat Besie
Tambang Emas Ilegal TTU Bikin Geger, 4 WNA China Disebut Masuk Gunung Binoni
Alat penampung material emas ukuran kecil di kali Noetoko. (Foto: istimewa).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Aktivitas penambangan emas ilegal di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, mengungkap fakta baru. Pemerintah daerah menyebut aktivitas tambang di Desa Noetoko, Kecamatan Miomafo Barat, diduga melibatkan empat warga negara asing (WNA) asal China.

Tak hanya melibatkan orang asing, aktivitas penambangan di kawasan Gunung Binoni, Desa Noetoko, tersebut juga disebut menggunakan bahan kimia berbahaya berupa merkuri atau air raksa.

Informasi itu disampaikan Kepala Kesbangpol TTU, Hieronimus Bana, saat sosialisasi penertiban aktivitas penambangan emas ilegal di Desa Nian, Kecamatan Miomafo Tengah, Kamis (17/9/2026).

Menurut Hieronimus, hasil kajian Kesbangpol bersama unsur intelijen menemukan adanya keterlibatan pihak dari luar TTU dalam aktivitas penambangan emas di Noetoko. 

Bahkan, empat WNA asal China disebut sempat berada di wilayah tersebut selama kurang lebih dua bulan.

"Berdasarkan kajian kami di Kesbangpol TTU dan pihak intelijen, ternyata penambangan emas di Desa Noetoko melibatkan orang luar TTU. Bahkan melibatkan WNA China sebanyak empat orang dan WNA tersebut juga berpaspor," ujar Hieronimus.

Ia menjelaskan, keempat WNA tersebut telah diperiksa pihak Imigrasi dan diketahui memiliki paspor serta visa yang disebut sebagai teknisi alat berat.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut