Dandim TTU Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi, Media Dinilai Punya Peran Strategis Bentuk Opini Publik
Ia mengingatkan, kecepatan dalam menyampaikan informasi harus tetap diimbangi dengan proses verifikasi dan klarifikasi. Menurutnya, informasi yang belum dipastikan kebenarannya berpotensi menimbulkan opini yang keliru di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Bambang menyebut media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki fungsi sebagai penyeimbang dan sarana kontrol sosial, termasuk dalam mengoreksi kebijakan pemerintah.
Namun, ia meminta fungsi tersebut tetap dijalankan dengan mengedepankan prinsip jurnalistik dan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
“Kalau ada kejadian atau hal-hal yang menonjol di wilayah Kabupaten TTU, tolong klarifikasi kepada pihak yang berwenang. Kalau memang ada kaitannya dengan Kodim, ya klarifikasi dengan saya,” pintanya.
Dandim bahkan meminta wartawan tidak segan berkomunikasi secara langsung apabila membutuhkan penjelasan terkait suatu informasi yang berkaitan dengan Kodim 1618/TTU.
“Jangan setelah kita bertemu ini ada jarak dengan saya. Saya suka bergaul, saya suka komunikasi, saya orang yang terbuka. Silakan apabila ada hal-hal yang memang perlu diklarifikasi, sampaikan saja kepada saya,” ujarnya.
Melalui coffee morning tersebut, Dandim berharap hubungan kemitraan antara Kodim 1618/TTU dan insan pers semakin erat. Ia menilai komunikasi yang terbuka akan membantu mencegah kesalahpahaman sekaligus memastikan informasi yang diterima masyarakat TTU dapat dipertanggungjawabkan.
“Mari kita bersinergi untuk membentuk opini masyarakat yang baik,” pungkasnya.
Editor : Sefnat Besie