Kisah Haru, Bocah Yatim Piatu di Banopo Bisa Ikut Komuni Pertama Berkat Uluran Tangan Sesama
Kondisi tersebut membuatnya tidak memiliki perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengikuti perayaan penerimaan Sakramen Ekaristi.
Di tengah kesulitan itu, bantuan datang pada saat yang tidak diduga.
Melalui dukungan satu donatur asal Jakarta yang disalurkan melalui seorang biarawan Fransiskan, Frater Herman Tugas Ginting OFMConv, Kristo akhirnya mendapatkan pakaian lengkap untuk mengikuti Komuni Pertama, mulai dari baju putih, celana putih, dasi hingga sepatu bahkan biaya administrasi di sekolah.
Pada Kamis (4/6/2026) pagi, Kristo tampak bahagia saat berada di salah satu toko pakaian di Kota Kefamenanu. Didampingi Frater Herman, ia mengukur seragam yang akan dikenakannya dalam perayaan sakral tersebut.

Bagi bocah yang pernah merasakan kehilangan begitu besar di usia muda, pakaian itu bukan sekadar seragam. Bagi Kristo, itu adalah harapan, perhatian, dan bukti bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap nasibnya.
Frater Herman mengatakan bahwa karya pelayanan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama bagi mereka yang hidup dalam kesulitan.
"Yang penting kita selalu membuat karya nyata, bukan hanya kata-kata," ujar Frater Herman.
Tokoh agama asal Karo, Sumatera Utara, yang kini menetap di Dusun Banopo itu selama ini dikenal aktif mendampingi masyarakat kecil, termasuk anak-anak yang kehilangan orang tua dan hidup dalam keterbatasan.
Editor : Sefnat Besie