get app
inews
Aa Text
Read Next : Tim SAR Gabungan Temukan Bocah Tenggelam di Pantai Leli Rote Ndao

Tiga Menteri Turun ke Rote, K-SIGN Didorong Jadi Pusat Industri Garam Nasional

Kamis, 30 Juli 2026 | 16:56 WIB
header img
Tiga Menteri Tinjau K-SIGN, Rote Ndao Didorong Jadi Sentra Garam Nasional, Kamis (30/7/2026). Foto:Istimewa

ROTE NDAO,iNewsTTU.id-- Tiga menteri Kabinet Merah Putih bersama Wakil Ketua Komisi IV DPR RI meninjau pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) di Desa Matasio, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, Kamis (30/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pembangunan industri garam nasional sekaligus mendorong terwujudnya swasembada garam di Indonesia.
Hadir dalam peninjauan itu Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Zulkifli Hasan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Pangan Zulkifli Hasan menegaskan pembangunan K-SIGN merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap garam impor.

Menurut Zulkifli, pengembangan industri garam dalam negeri tidak hanya menyangkut kebutuhan nasional, tetapi juga harus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Kalau garam kita produksi sendiri, yang menikmati hasilnya adalah rakyat Indonesia. Tapi kalau kita terus impor, yang menikmati hasilnya negara lain,” tegas Zulkifli Hasan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan menekankan pentingnya memastikan pembangunan K-SIGN benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Rote Ndao dan NTT.

Sebagai putra daerah NTT, Ahmad Yohan dalam dialog bersama para menteri dan pemerintah daerah mempertanyakan kesiapan infrastruktur pendukung, kepastian penyerapan tenaga kerja lokal, serta strategi pemerintah agar masyarakat setempat dapat terlibat langsung dalam industri garam yang tengah dibangun.

Ia menegaskan, masyarakat Rote Ndao harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan kawasan tersebut dan tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

“Sebagai putra NTT, saya ingin memastikan bahwa pembangunan kawasan industri garam ini benar-benar membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Jangan sampai investasi besar masuk, tetapi manfaatnya tidak dirasakan oleh rakyat Rote. Infrastruktur harus siap, tenaga kerja lokal harus diprioritaskan, dan masyarakat harus menjadi bagian utama dari rantai industri garam nasional,” tegas Ahmad Yohan.

Menurutnya, posisi Rote Ndao sebagai wilayah paling selatan Indonesia justru memiliki nilai strategis yang harus dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.

“Rote bukan lagi daerah terluar yang tertinggal, tetapi harus menjadi beranda depan Indonesia dalam industri garam nasional. Ini adalah kesempatan emas yang harus dijaga bersama agar mampu mengangkat perekonomian masyarakat NTT secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pembangunan K-SIGN sendiri merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Kawasan ini ditargetkan menjadi pusat produksi garam nasional yang terintegrasi dari sektor hulu hingga hilir, sekaligus menjadi salah satu langkah pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap garam impor.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut