get app
inews
Aa Text
Read Next : Persiapan Pasar Perbatasan PLBN Napan Dimatangkan, Launching Dijadwalkan 14 Agustus 2026

Kisah Haru, Bocah Yatim Piatu di Banopo Bisa Ikut Komuni Pertama Berkat Uluran Tangan Sesama

Jum'at, 05 Juni 2026 | 00:37 WIB
header img
Kristo Omenu (11) didampingi biarawan fransiskan Frater Herman Tugas Ginting OFMConv di toko pakaian saat beli baju dan celana untuk ikut komuni pertama. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Senyum bahagia akhirnya terpancar dari wajah Kristo Omenu (11), bocah yatim piatu asal Dusun Banopo, Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT.

Siswa kelas IV SD yang akrab disapa Elle itu akan menerima Komuni Pertama pada Minggu mendatang. 

Namun beberapa waktu lalu, momen penting dalam perjalanan iman Katoliknya itu nyaris hanya menjadi impian.

Sejak kehilangan kedua orang tuanya, Kristo bersama dua saudaranya harus bertahan hidup sebagai anak yatim piatu di tengah berbagai keterbatasan ekonomi. 

Kondisi tersebut membuatnya tidak memiliki perlengkapan yang dibutuhkan untuk mengikuti perayaan penerimaan Sakramen Ekaristi.

Di tengah kesulitan itu, bantuan datang pada saat yang tidak diduga.

Melalui dukungan satu donatur asal Jakarta yang disalurkan melalui seorang biarawan Fransiskan, Frater Herman Tugas Ginting OFMConv, Kristo akhirnya mendapatkan pakaian lengkap untuk mengikuti Komuni Pertama, mulai dari baju putih, celana putih, dasi hingga sepatu bahkan biaya administrasi di sekolah. 

Pada Kamis (4/6/2026) pagi, Kristo tampak bahagia saat berada di salah satu toko pakaian di Kota Kefamenanu. Didampingi Frater Herman, ia mengukur seragam yang akan dikenakannya dalam perayaan sakral tersebut.

Bagi bocah yang pernah merasakan kehilangan begitu besar di usia muda, pakaian itu bukan sekadar seragam. Bagi Kristo, itu adalah harapan, perhatian, dan bukti bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap nasibnya.

Frater Herman mengatakan bahwa karya pelayanan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama bagi mereka yang hidup dalam kesulitan.

"Yang penting kita selalu membuat karya nyata, bukan hanya kata-kata," ujar Frater Herman.

Tokoh agama asal Karo, Sumatera Utara, yang kini menetap di Dusun Banopo itu selama ini dikenal aktif mendampingi masyarakat kecil, termasuk anak-anak yang kehilangan orang tua dan hidup dalam keterbatasan.

Komuni Pertama sendiri merupakan perayaan penerimaan Sakramen Ekaristi untuk pertama kalinya bagi umat Katolik yang telah dibaptis. Melalui perayaan ini, anak-anak menyambut Tubuh dan Darah Kristus dalam rupa hosti suci sebagai tanda persatuan yang lebih dekat dengan Tuhan dan Gereja.

Kisah Kristo tidak lepas dari tragedi yang sebelumnya menyita perhatian publik. Beberapa waktu lalu, sekira awal Juli Tahun 2025 lalu ibu kandungnya, Metriana Omenu (35), meninggal dunia setelah menderita sakit. Kepergian sang ibu meninggalkan duka mendalam bagi Kristo dan kedua saudaranya.

Saat itu, suasana haru menyelimuti gubuk sederhana mereka di Dusun Banopo. Bersama saudara-saudaranya, Kristo hanya bisa menangis di samping jenazah ibunya yang dibaringkan di atas tikar lusuh beralaskan lantai tanah. Mereka ditemani sang kakek, Yosep Omenu, yang mengalami tunanetra.

Kini, di tengah luka yang belum sepenuhnya sembuh, secercah kebahagiaan hadir dalam hidup Kristo. Berkat kepedulian sesama, bocah kecil itu dapat melangkah dengan penuh sukacita menuju salah satu momen terpenting dalam perjalanan imannya.

Kisah Kristo menjadi pengingat bahwa uluran tangan kecil yang diberikan dengan tulus dapat menghadirkan harapan besar bagi mereka yang sedang berjuang menghadapi kerasnya kehidupan.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut