Supervisi Korbinmas Baharkam Polri di Polres TTU, Soroti Peran dan Kendala Bhabinkamtibmas
KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Utara, NTT menerima kunjungan supervisi dari Korbinmas Baharkam Polri, Rabu (20/5/2026) pukul 14.00 Wita di Mako Polres TTU.
Kegiatan supervisi tersebut dipimpin langsung Kabagopsnalev Korbinmas Baharkam Polri, Rishian Krisna Budhiaswanto, didampingi Analis Kebijakan Madya Bidang Binmas Baharkam Polri Kombes Pol Trihadi Kuncahy, Kaurmin Bagopsnalev Korbinmas Baharkam Polri AKP M Slamet Supriadi, serta Dirbinmas Polda NTT Kombes Pol Sudartomo.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kapolres TTU Eliana Papote, Kasat Binmas Polres TTU, para Kapolsek jajaran, serta anggota Binmas Polres dan Polsek jajaran Polres TTU.
Usai kegiatan supervisi, Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto menjelaskan, supervisi dilakukan untuk monitoring dan evaluasi kegiatan operasional Binmas di wilayah hukum Polres TTU, termasuk kesiapan logistik para Bhabinkamtibmas.
Menurutnya, peran Bhabinkamtibmas sangat penting dalam meningkatkan kedekatan antara Polri dan masyarakat.
“Kehadiran Bhabinkamtibmas menjadi sangat penting apabila mereka bisa memberikan manfaat kepada masyarakat yang mereka bina,” ujarnya.
Ia mengatakan, melalui kegiatan supervisi tersebut pihaknya ingin mengetahui berbagai kendala yang dihadapi anggota di lapangan, termasuk masukan dari para Bhabinkamtibmas, Kanit Binmas hingga Kapolsek.
“Semua masukan dan kendala akan kami inventarisir untuk kemudian dilaporkan kepada pimpinan,” katanya.
Dalam hasil temuan di lapangan, Rishian menyebut secara umum pelaksanaan tugas Binmas di Polres TTU sudah berjalan baik. Sejumlah program seperti door to door system dan optimalisasi pos kamling dinilai terus mengalami peningkatan.
Namun demikian, masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait kendaraan operasional Bhabinkamtibmas.
“Beberapa kendaraan, khususnya motor dinas, kondisinya memang sudah harus diganti. Ini akan menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk segera ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti keterbatasan personel Bhabinkamtibmas di TTU yang menyebabkan satu anggota harus menangani beberapa desa sekaligus.
Meski demikian, pihaknya memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan dan pembinaan melalui pembagian pola desa binaan, desa pantauan dan desa sentuhan.
“Karena jumlah desa cukup banyak sementara personel terbatas, maka dilakukan pembagian wilayah tugas. Yang penting masyarakat tetap disentuh dan mendapat perhatian dari Bhabinkamtibmas,” tandasnya.
Editor : Sefnat Besie