Guru dan Siswa di Perbatasan RI-RDTL Mengaku Belum Nikmati MBG
Pada momentum tersebut, Aloysius juga menyampaikan aspirasi masyarakat perbatasan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang hingga kini belum dirasakan oleh para pelajar di Kecamatan Musi.
“Kami di perbatasan, dari PAUD, SD, SMP hingga SMK belum merasakan program ini sama sekali, padahal siswa di kota sudah,” katanya.
Harapan serupa juga disampaikan Egi Bano, seorang siswa SMK yang mewakili pelajar di wilayah perbatasan.
Ia berharap pemerintah segera menghadirkan program MBG bagi siswa di Kecamatan Musi agar mereka memperoleh hak yang sama seperti pelajar di daerah perkotaan.
Menurutnya, pemerataan program pendidikan dan kesehatan sangat penting untuk mendukung masa depan generasi muda di wilayah perbatasan.
Upacara Harkitnas di Kecamatan Musi pun menjadi simbol kuatnya semangat nasionalisme masyarakat perbatasan, sekaligus pengingat bahwa pemerataan pembangunan masih menjadi harapan besar bagi warga di wilayah terluar Indonesia.
Editor : Sefnat Besie