Golo Mori Disiapkan Jadi Habitat Alternatif Komodo dan Destinasi Wisata Baru di NTT
KUPANG,iNewsTTU.id-- Upaya pengembangan habitat komodo di luar kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) terus didorong pemerintah sebagai langkah strategis menciptakan destinasi wisata alternatif yang berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Benain Noelmina menilai kawasan ITDC Golo Mori di Kabupaten Manggarai Barat memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai habitat komodo di luar kawasan konservasi.
Kepala BPDAS Benain Noelmina, Kludolfus Tuames, mengatakan pengembangan tersebut tidak hanya bertujuan mendukung konservasi satwa endemik itu, tetapi juga membuka peluang pemerataan destinasi wisata di Manggarai Barat.
Hal itu disampaikan Kludolfus usai mendampingi Wakil Menteri Kehutanan, Rohmat Marzuki, saat meninjau kawasan ITDC Golo Mori beberapa waktu lalu.
Menurutnya, kawasan yang berada di ujung barat Pulau Flores dan berhadapan langsung dengan Pulau Rinca tersebut telah memiliki populasi komodo yang hidup di luar kawasan hutan konservasi.
“Di Golo Mori sudah terdapat komodo yang hidup di luar kawasan hutan. Ini menjadi potensi besar untuk dikembangkan sebagai habitat alternatif sekaligus destinasi wisata baru,” ujar Kludolfus.
Ia menjelaskan, pengembangan habitat komodo di Golo Mori diharapkan mampu mengurangi tekanan kunjungan wisatawan yang terus meningkat di kawasan Taman Nasional Komodo.
Selain itu, keberadaan destinasi baru dinilai dapat menciptakan pemerataan arus wisatawan sehingga sektor pariwisata di Manggarai Barat berkembang lebih berkelanjutan.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan kawasan tersebut, BPDAS Benain Noelmina akan melakukan rehabilitasi lahan melalui kegiatan penanaman pohon di area Golo Mori.
Langkah itu dilakukan untuk membangun ekosistem alami yang mampu mendukung kehidupan komodo, termasuk menghadirkan satwa lain sebagai bagian dari rantai makanan.
“Penanaman pohon ini penting untuk mendukung keseimbangan ekosistem. Kehadiran satwa lain akan menjadi bagian dari rantai makanan komodo sehingga habitatnya bisa terbentuk secara alami,” jelasnya.
Kludolfus menambahkan, ke depan kawasan Golo Mori diharapkan tidak hanya menawarkan panorama alam, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata berbeda bagi pengunjung yang ingin melihat komodo tanpa harus masuk ke kawasan Taman Nasional Komodo.
“Harapannya, wisatawan bisa menikmati keindahan Golo Mori sekaligus melihat komodo secara langsung. Ini akan menjadi daya tarik baru yang memperkaya pilihan destinasi wisata di NTT,” tambahnya.
Pengembangan habitat komodo di luar kawasan TNK itu juga dinilai sejalan dengan konsep pariwisata berkelanjutan yang mengedepankan keseimbangan antara konservasi lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat lokal.
Editor: Sefnat Besie