Pascabentrok Berdarah di Adonara, Brimob Polda NTT Jaga Ketat di Lokasi
“Anak-anak ini memiliki masa depan. Kami sangat prihatin, apalagi ada program dari Bapak Presiden untuk mengutamakan pendidikan anak bangsa. Lalu, ketika orang tua mereka terlibat konflik, bagaimana masa depan anak-anak? Hal ini harus menjadi perhatian bersama,” kata Simon Hedo.
Pemerintah Kabupaten Flores Timur sebelumnya juga mempertemukan kedua kepala desa yang bertikai. Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli Uran, meminta masing-masing pihak menahan diri dan menghentikan konflik yang berulang.
Menurut Ignasius, perang antarkampung hanya menyisakan kerusakan dan dendam berkepanjangan di tengah masyarakat.
“Masing-masing harus menahan diri. Jangan lagi ada konflik, titik. Perang tidak menghasilkan pemenang, yang ada hanya kehancuran dan dendam darah,” tegas Ignasius Boli.
Bentrok antara warga Desa Narasaosina dan Desa Waiburak kembali pecah pada Sabtu, 9 Mei 2026. Sedikitnya sembilan rumah terbakar dalam insiden itu. Enam warga lainnya mengalami luka akibat tembakan peluru senapan rakitan.
Korban luka dievakuasi ke RSUD Larantuka untuk mendapatkan perawatan medis. Konflik tersebut diduga dipicu sengketa tanah adat yang belum terselesaikan, meski mediasi sebelumnya telah dilakukan pemerintah daerah pada Februari lalu.
Editor : Sefnat Besie