get app
inews
Aa Text
Read Next : Biaya Sekolah Siswa SD yang Bunuh Diri di NTT Tersisa Rp750.000, Ini Penjelasan Pemkab Ngada

Fakta-Fakta Kematian Siswa SD di Ngada yang Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh

Kamis, 05 Februari 2026 | 07:55 WIB
header img
Tempat tinggal YBR (10), siswa kelas IV Sekolah Dasar (SD), sebelum ia ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di pohon cengkeh di belakang pondok. Foto: Istimewa


Disclaimer
Artikel ini terkait kasus bunuh diri, mungkin sensitif bagi sebagian orang. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan psikologis atau pikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi layanan konseling kesehatan jiwa atau profesional di Puskesmas terdekat.

NGADA, iNewsTTU.id-Kematian tragis seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang ditemukan gantung diri di pohon cengkeh pada akhir Januari 2026, telah memicu keprihatinan nasional

. Berikut adalah fakta-fakta terkait peristiwa tersebut:

    Identitas Korban: Korban adalah seorang anak laki-laki berusia 10 tahun (beberapa sumber menyebut 11 tahun) berinisial YBS atau YBR, yang merupakan siswa kelas IV sekolah dasar.

    Waktu dan Lokasi Kejadian: Korban ditemukan meninggal dunia pada Kamis, 29 Januari 2026, sekitar pukul 11.00 atau siang hari WITA. Lokasi kejadian berada di sebuah dahan pohon cengkeh di dekat pondok atau rumahnya di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo atau Desa Nenowea, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada.
    
Dugaan Penyebab: Tragedi ini diduga dipicu oleh rasa putus asa korban setelah permintaannya kepada sang ibu untuk membeli buku tulis dan pena tidak terpenuhi karena keterbatasan ekonomi keluarga. Harga peralatan tersebut diperkirakan kurang dari Rp10.000.
    
Temuan di Lokasi: Polisi menemukan sepucuk surat tulisan tangan korban untuk ibunya di sekitar lokasi kejadian saat proses evakuasi dilakukan.
    
Kondisi Keluarga: Korban diketahui hidup dalam kemiskinan di gubuk bambu sejak usia satu tahun bersama neneknya yang sudah lanjut usia. Sang ayah merantau ke Kalimantan dan tidak pernah kembali, sementara ibunya bekerja terpisah demi bertahan hidup. Diketahui juga bahwa keluarga tersebut tidak terdaftar sebagai penerima bantuan sosial (bansos).
    
Respons Pemerintah:
        
Presiden Prabowo Subianto: Menyoroti kasus ini dan meminta perbaikan data penerima bansos agar tepat sasaran.
Mensos Gus Ipul Prihatin Kasus Siswa SD Bunuh Diri di Ngada, Tekankan Akurasi Data Warga Miskin
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin: Menyebut insiden ini sebagai potret kelam kesehatan mental anak dan menyiapkan tenaga psikolog klinis di
seluruh Puskesmas sebagai langkah intervensi.
        
Polda NTT: Memberikan pendampingan mental kepada keluarga korban.

 

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut