Kesaksian Memilukan Suami Korban Bus Babadok, Anak Meninggal Dunia, Istri Kritis di RS Leona
KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Duka mendalam menyelimuti keluarga Rudi Yansyah. Satu keluarganya menjadi korban kecelakaan tragis setelah sepeda motor yang mereka kendarai ditabrak oleh Bus Babadok Trans rute Kupang-Dili di Jalan Raya Desa Loli, Kabupaten TTS, pada 30 Desember 2025 lalu.
Peristiwa kecelakaan lalu lintas tragis yang melibatkan Bus Babadok Trans rute Kupang–Dili kembali menyita perhatian publik karena menewaskan seorang balita dan menyebabkan satu korban lainnya menjalani perawatan intensif.
Rudi Yansyah, suami korban Yanuaria Theresia, menuturkan kronologi kejadian saat ditemui di RS Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Menurut Rudi, pagi itu ia bersama istri dan dua anaknya mengendarai sepeda motor Mio dari Takari, Kabupaten Kupang, menuju rumah mereka di Desa Kotafoun, Kecamatan Biboki Anleu, TTU.
“Saya bonceng istri dan dua anak. Anak pertama duduk di depan, istri saya menggendong anak bungsu usia satu tahun di tengah. Kami jalan pelan di jalur kiri,” ungkap Rudi.
Namun setibanya di wilayah Desa Loli, sebuah Bus Babadok Trans yang datang dari arah belakang tiba-tiba menyalip dan menyerempet stir motor yang dikendarainya.
“Bus itu serempet stir motor lalu menyeret kami. Kami sempat bergeser ke pinggir tapi tetap diseret sampai akhirnya terlempar keluar badan jalan ke sebelah kiri,” jelasnya.
Akibat benturan keras tersebut, Rudi terjatuh dan terguling sambil memegang helm. Sementara istrinya bersama dua anak terlempar ke depan.
“Saya langsung dekati istri, dia tidak sadarkan diri. Tangan kanannya patah di bagian siku, pelipis kiri robek dalam dan berdarah banyak,” ujarnya dengan suara bergetar.
Kondisi kedua anaknya juga memprihatinkan. Anak bungsunya, Muhamad Afkal (1), mengalami kejang-kejang dan pendarahan hebat, sementara Alfajar (6) mengalami luka di pelipis kanan, gigi seri atas dan bawah patah.
Dengan bantuan warga setempat, seluruh korban dilarikan ke Puskesmas Polen, sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Kefamenanu karena kondisi kritis.
“Sekitar dua jam dirawat, anak saya Muhamad Afkal meninggal dunia. Dokter bilang karena pendarahan hebat,” kata Rudi.

Malam harinya, Yanuaria Theresia dipindahkan ke RS Leona Kefamenanu dan menjalani operasi pada siku tangan kirinya.
“Dokter bilang tulang sikunya masuk ke dalam, jadi harus operasi. Tulang bahu kiri retak berat, tulang leher belakang juga retak,” ungkap Rudi.
Hingga kini, sudah hampir dua minggu istrinya menjalani perawatan intensif dan belum dapat menggerakkan tangan kanan serta lehernya secara normal.
“Dokter sampaikan kemungkinan jari kelingking dan jari manis istri saya tidak bisa berfungsi lagi. Dia belum bisa bangun, punggungnya biru-biru dan iritasi,” tambahnya.
Rudi mengaku hingga saat ini belum ada tanggung jawab serius dari pihak perusahaan pengelola Bus Babadok Trans, selain bantuan awal sebesar Rp10 juta yang diserahkan melalui keluarga.
“Kami hanya berharap ada tanggung jawab penuh atas kejadian ini,” tegasnya.
Editor : Sefnat Besie