Menolak Menyerah pada Keterbatasan, Geng Waras Bagikan Alat Tulis untuk Siswa di Pelosok TTS
SoE,iNewsTTU.id-- Semangat berbagi dan kepedulian terhadap pendidikan di pelosok Nusa Tenggara Timur kembali ditunjukkan generasi muda. Komunitas Geng Waras berkolaborasi dengan Onedaykupang dan Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Nusa Cendana (Mapala Undana) menyalurkan bantuan alat tulis kepada 100 siswa SD Negeri Bo’of, Senin (23/2/2026).
Kegiatan bertajuk “Satu Buku, Seribu Harapan” ini menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap keterbatasan fasilitas pendidikan di daerah terpencil. Bantuan yang diberikan berupa buku tulis dan pensil guna menunjang proses belajar-mengajar para siswa.
SD Negeri Bo’of terletak di Desa Kakan, Kecamatan Kuanfatu, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Untuk mencapai sekolah tersebut, rombongan relawan harus menempuh perjalanan darat sekitar tiga jam dari Kota Kupang. Selain tantangan geografis, sekolah ini juga belum terjangkau jaringan internet dan belum tersentuh sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).
Aksi sosial ini berangkat dari keprihatinan atas kondisi pendidikan di wilayah pelosok, di mana kebutuhan dasar seperti buku dan alat tulis masih menjadi kendala bagi sebagian siswa. Keterbatasan ekonomi serta akses distribusi membuat perlengkapan sekolah yang relatif terjangkau sekalipun kerap sulit didapatkan.
Perwakilan Geng Waras, Rahma, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar membagikan perlengkapan sekolah, melainkan menghadirkan perhatian dan harapan bagi anak-anak di pelosok.
“Kami percaya, satu buku bisa menjadi jendela dunia bagi seorang anak. Dari halaman-halaman sederhana, lahir mimpi besar. Kolaborasi ini adalah langkah kecil yang kami harap bisa membawa dampak panjang bagi masa depan mereka,” ujar Rahma.
Kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Selain pembagian buku dan alat tulis, para siswa juga diajak mengikuti sesi interaksi dan motivasi yang bertujuan menumbuhkan semangat belajar serta keberanian untuk bermimpi lebih tinggi.
Kolaborasi antara Geng Waras, Onedaykupang, dan Mapala Undana menjadi contoh sinergi lintas komunitas anak muda dalam menjawab persoalan pendidikan di daerah tertinggal. Mereka berharap gerakan “Satu Buku, Seribu Harapan” tidak berhenti di Desa Kakan, tetapi dapat diperluas ke wilayah lain di Nusa Tenggara Timur.
Melalui setiap lembar buku yang dibagikan, para relawan menanamkan keyakinan bahwa keterbatasan bukanlah akhir dari segalanya. Di balik kesederhanaan sekolah di pelosok TTS, tersimpan mimpi-mimpi besar anak bangsa yang menunggu untuk diwujudkan.
Editor : Sefnat Besie