Siapkan Strategi Hadapi Kemarau, Ini Langkah Perumda Tirta Cendana Atasi Ketersediaan Air
KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Perumda Tirta Cendana Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT memastikan ketersediaan air bersih untuk ribuan pelanggan masih mencukupi meski wilayah tersebut tengah menghadapi musim kemarau.
Direktur Perumda Tirta Cendana Kefamenanu menjelaskan, saat ini pihaknya mengandalkan satu sumber utama, yakni sumber air Oel Nianin di Kecamatan Mutis.
Sementara itu, sumber air lainnya yang sebelumnya digunakan tidak lagi dimanfaatkan karena mengalami penurunan debit hingga tidak mengalir selama sekitar tiga bulan terakhir.
“Untuk ketersediaan air kita untuk pelayanan di musim kemarau ini masih sangat cukup. Kita mengandalkan satu sumber air, yaitu sumber air Oel Nianin di Mutis,” jelasnya.
Menurutnya, pelayanan air bersih saat ini tetap berjalan bagi 5.339 pelanggan. Bahkan, Perumda Tirta Cendana masih membuka peluang penambahan sambungan rumah (SR) baru di sejumlah titik.
Pihak Perumda telah melakukan pemetaan terhadap lokasi yang memungkinkan untuk penambahan pelanggan.
Pemetaan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan distribusi agar penambahan pelanggan tidak mengganggu tekanan maupun kelancaran aliran air ke pelanggan yang sudah ada.
“Memang pemetaan ini kita bertolak pada kemampuan pendistribusian air. Jadi tekanan airnya tidak berkurang, kemudian dari sisi distribusinya terjangkau nanti ke rumah tangga,” katanya.
Untuk memastikan sumber air tetap terjaga selama musim kemarau, tim distribusi Perumda secara rutin melakukan pemantauan ke sumber Oel Nianin. Pemeriksaan dilakukan setidaknya setiap dua minggu.
Jadwal Distribusi Bisa Berubah
Meski ketersediaan air masih mencukupi, Perumda mengakui adanya kemungkinan perubahan jadwal distribusi di sejumlah wilayah selama musim kemarau.
Hal tersebut terjadi karena pelayanan saat ini sangat bergantung pada satu sumber air.
Sebagai contoh, terdapat wilayah yang sebelumnya memperoleh distribusi air hingga lima kali dalam sepekan. Namun, selama musim kemarau frekuensinya dapat berubah menjadi sekitar dua kali dalam sepekan.
Karena itu, Perumda mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara hemat dan memanfaatkan air sesuai kebutuhan.
Editor: Sefnat Besie