KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Senyum bahagia terpancar dari wajah Mama Elisabeth Bobo, anggota Kelompok Tani Wanita Nekmese Bineno, Kecamatan Bikomi Nilulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Bagi Mama Elisabeth, panen semangka bukan sekadar hasil kerja keras mengolah lahan dan merawat tanaman. Panen kali ini juga membawa harapan baru bagi keluarganya, terutama dalam memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anaknya.
Ia mengaku sangat bersyukur karena hasil panen petani, khususnya semangka dan bawang putih dari Kelompok Tani Wanita Nekmese Bineno, kini dapat terserap melalui pemasok atau supplier program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penyerapan hasil panen tersebut tidak terlepas dari komunikasi dan fasilitasi yang dibangun Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten TTU bersama para petani dan pemasok MBG.
Bagi Mama Elisabeth dan anggota kelompok tani lainnya, kepastian pasar menjadi hal penting. Hasil pertanian yang selama ini membutuhkan perjuangan untuk dipasarkan kini memiliki peluang penjualan yang lebih jelas.
Lebih dari itu, uang hasil penjualan panen dapat langsung dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, termasuk keperluan sekolah anak-anak.
“Kami sangat bersyukur karena dengan adanya program MBG, hasil panen kami bisa langsung terserap. Uang dari hasil penjualan ini juga bisa digunakan untuk keperluan anak sekolah,” ungkap Mama Elisabeth.
Kisah Mama Elisabeth menjadi gambaran bagaimana sektor pertanian dan program pemenuhan gizi dapat saling mendukung.
Di satu sisi, program MBG membutuhkan pasokan bahan pangan, sementara di sisi lain petani membutuhkan pasar yang mampu menyerap hasil produksi mereka.
HKTI Jadi Penghubung Petani dengan Pasar
Sekretaris HKTI Kabupaten TTU, Retno Silla, mengatakan HKTI berkomitmen menjadi penghubung antara petani dan pasar agar hasil pertanian masyarakat memiliki akses pemasaran yang lebih pasti.
Menurut Retno, HKTI berupaya menjadi mata dan telinga bagi para petani, mulai dari membantu mengomunikasikan hasil produksi, memfasilitasi pertemuan dengan calon pembeli, hingga mendorong agar hasil panen dapat dibeli dengan harga yang baik.
“HKTI selalu menjadi mata dan telinga para petani untuk membantu mengomunikasikan, memfasilitasi, dan memastikan hasil panen petani dapat terbeli dengan harga yang baik serta memastikan akses pasar yang pasti,” kata Retno.
Ia menjelaskan, pendampingan kepada petani tidak boleh berhenti ketika hasil panen mulai dijual. Dukungan perlu dilakukan sejak tahap persiapan lahan, proses penanaman, perawatan tanaman, hingga masa panen.
Karena itu, HKTI TTU akan terus membangun kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk penyuluh pertanian, untuk mendorong peningkatan produksi sekaligus memperluas akses pemasaran hasil pertanian masyarakat.
“HKTI juga akan terus mendorong petani mulai dari persiapan lahan, proses tanam, sampai panen. Kami akan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk penyuluh pertanian,” ujarnya.
Panen Semangka, Harapan Baru bagi Petani
Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan panen semangka Kelompok Tani Wanita Nekmese Bineno di Kecamatan Bikomi Nilulat.
Kegiatan itu dihadiri Sekretaris HKTI Kabupaten TTU Retno Silla bersama pengurus HKTI dan para penyuluh pertanian Kecamatan Bikomi Nilulat.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya mendorong petani agar tidak hanya mampu menghasilkan produk pertanian, tetapi juga memperoleh akses pasar yang mendukung keberlanjutan usaha tani.
Bagi petani kecil seperti Mama Elisabeth, kepastian penjualan memiliki arti besar.
Hasil kerja di kebun tidak hanya menjadi sumber penghasilan, tetapi juga membantu menopang kebutuhan rumah tangga dan masa depan anak-anak.
Melalui kemitraan antara petani, HKTI, penyuluh pertanian, dan pemasok MBG, hasil pertanian lokal diharapkan semakin mendapat tempat dalam rantai pasok pangan.
Kisah Mama Elisabeth dari Bineno menunjukkan bahwa ketika hasil panen terserap pasar, manfaatnya dapat dirasakan hingga ke dalam rumah tangga.
Dari kebun semangka, tumbuh harapan sederhana seorang ibu: hasil kerja kerasnya membantu anak-anak tetap bersekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
