Dalam kondisi tersebut, kaum muda dinilai memiliki posisi strategis untuk menjadi penggerak perubahan dan memimpin berbagai aksi adaptasi di tingkat komunitas.
Direktur Program Plan Indonesia, Ida Ngurah, mengatakan perubahan iklim bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga dapat memperlebar kesenjangan yang selama ini dihadapi perempuan dan kelompok rentan.
“Perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memperbesar kesenjangan yang selama ini dihadapi perempuan dan kelompok rentan,” ujar Ida Ngurah.
Menurutnya, melalui JENGGALA, Plan Indonesia ingin memastikan perempuan muda dan kaum muda di pedesaan memiliki kesempatan, kapasitas serta ruang untuk memimpin aksi nyata dalam membangun ketahanan komunitas.
Ia menyebut program tersebut sebagai bentuk investasi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan generasi muda sekaligus mendorong pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan.
“Perempuan muda dan kaum muda berada di garis depan dampak perubahan iklim, tetapi mereka juga memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin perubahan. Melalui JENGGALA, kami ingin memperkuat kapasitas, suara, dan kepemimpinan mereka agar mampu menciptakan solusi yang relevan bagi komunitasnya,” tambahnya.
Tiga Fokus Utama JENGGALA
Program JENGGALA memiliki tiga fokus utama.
Pertama, memperkuat kepemimpinan kaum muda yang transformatif gender agar generasi muda memiliki kemampuan dan keberanian untuk terlibat dalam perubahan di lingkungannya.
Kedua, meningkatkan mata pencaharian berkelanjutan melalui pengembangan green skills dan kewirausahaan sehingga kaum muda memiliki peluang ekonomi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Ketiga, memperkuat tata kelola yang inklusif dengan mendorong keterlibatan kaum muda dalam proses pengambilan keputusan, baik di tingkat komunitas maupun dalam pembangunan daerah.
Melalui tiga fokus tersebut, Plan Indonesia berharap semakin banyak kaum muda, khususnya perempuan muda, yang mampu tampil sebagai pemimpin perubahan.
Program ini diharapkan turut mendorong terciptanya komunitas yang lebih tangguh, setara dan berkelanjutan dalam menghadapi berbagai tantangan akibat krisis iklim.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
