Letusan ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter berdurasi 1 menit 22 detik, serta disertai suara dentuman berintensitas sedang.
Kapolres Lembata, AKBP Nanang Wahyudi, menyatakan pihaknya langsung berkoordinasi secara intensif dengan BPBD Kabupaten Lembata dan petugas pos pengamatan untuk memantau situasi di lapangan secara berkala.
"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tidak mengabaikan perkembangan aktivitas Gunung Lewotolok. Hindari wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya dan ikuti setiap informasi resmi dari petugas," tegas AKBP Nanang.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
