KUPANG,iNewsTTU.id- Turnamen Lazarus Laiskodat Memorial Cup (LLMC) III Tahun 2026 kembali digelar dengan skala yang lebih besar. Selain mempertandingkan sepak bola, ajang tahun ini juga menghadirkan dua cabang olahraga baru, yakni tinju dan kempo, serta berbagai kegiatan pendukung yang melibatkan pelaku UMKM dan anak-anak Pulau Semau.
Ketua Panitia LLMC III 2026, Bobby Damanik mengatakan, turnamen akan berlangsung mulai 4 Oktober hingga 8 November 2026. Sebanyak 24 tim sepak bola dipastikan ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Menurut Bobby, LLMC III tidak hanya menjadi turnamen sepak bola, tetapi juga menjadi festival olahraga dan ekonomi masyarakat.
"Tahun ini kami menambah dua cabang olahraga baru, yaitu tinju dan kempo. Pertandingannya akan digelar di Kota Kupang pada 2 November, sedangkan partai final seluruh cabang olahraga akan dilaksanakan bersama di Pulau Semau," kata Bobby.
Ia menjelaskan, selain sepak bola, panitia juga menggelar kompetisi futsal khusus anak-anak Pulau Semau, lomba tarian kreasi, serta menghadirkan 32 pelaku UMKM yang telah mendaftarkan diri untuk ikut memeriahkan kegiatan tersebut.
Bobby menambahkan, lapangan yang digunakan pada LLMC III kini telah menggunakan rumput sintetis berstandar FIFA. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pesepak bola sekaligus memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
"Kami berharap lapangan ini menjadi magnet bagi para pemain sepak bola dan masyarakat. Dengan banyaknya orang datang ke Semau, ekonomi masyarakat juga ikut tumbuh melalui UMKM yang terlibat," ujarnya.
Untuk cabang futsal, Bobby menegaskan turnamen dikhususkan bagi anak-anak di Pulau Semau sebagai upaya mencari bibit atlet sejak usia dini.
"Harapan kami, dari lapangan yang bagus ini lahir pemain-pemain sepak bola berbakat dari Semau. Tahun depan kami juga berencana membentuk sekolah sepak bola (SSB) untuk anak-anak sekolah di Semau agar pembinaan berjalan berkelanjutan," katanya.
Sementara itu, Ketua PERKEMI NTT, Yesni Luik, menyambut baik kepercayaan yang diberikan kepada organisasinya untuk menggelar pertandingan kempo dalam LLMC III.
Ia mengatakan akan ada tiga kategori pertandingan, termasuk nomor yang nantinya dipertandingkan pada PON 2028 di NTT dan NTB.
"Kami sangat berterima kasih karena diberikan ruang dalam LLMC III. Kami akan mempertandingkan nomor embu pasangan, embu beregu, dan kelas pertandingan yang memang menjadi nomor resmi di PON 2028," ujar Yesni.
Menurutnya, pertandingan juga akan melibatkan atlet usia dini, dimulai dari kategori Under-8 sebagai bagian dari pembinaan atlet masa depan.
"Kami ingin anak-anak mulai merasakan atmosfer pertandingan sejak usia dini agar mereka siap berkembang menuju level yang lebih tinggi," tambahnya.
Dari cabang tinju, perwakilan PERBATI NTT, Hermensen Ballo, mengungkapkan antusiasme peserta cukup tinggi. Sebanyak 144 petinju ditargetkan bertanding selama lima hari pelaksanaan.
Panitia menargetkan peserta berasal dari 25 provinsi, namun hingga saat ini sudah ada 12 provinsi yang menyatakan kesediaan mengikuti kejuaraan tersebut.
"Kami berharap dari kejuaraan ini lahir atlet-atlet tinju terbaik yang nantinya bisa mengharumkan nama NTT di tingkat nasional maupun internasional," kata Hermensen.
Ia menjelaskan proses pendaftaran dilakukan melalui pengiriman undangan kepada daerah-daerah untuk mengikuti kejuaraan.
Panitia juga menyiapkan total hadiah sebesar Rp1,1 miliar untuk seluruh cabang olahraga yang dipertandingkan pada LLMC III.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
