get app
inews
Aa Text
Read Next : Tiga Tersangka Korupsi Proyek Air Bersih Rp9,5 Miliar di Flores Timur Ditahan Jaksa

Potensi Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Tinggi, Ini Penjelasan PVMBG

Minggu, 07 Juni 2026 | 05:39 WIB
header img
Siluet Gunung Lewotobi Laki-laki di tengah peningkatan aktivitas vulkanik (Foto: Istimewa)

Flores Timur, iNewsTTU.id-Aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, terus menunjukkan peningkatan. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat sejumlah indikator yang mengarah pada masih berlangsungnya pasokan magma di bawah permukaan serta potensi erupsi lanjutan.

Kepala Badan Pemantauan Gunung Api dan Mitigasi Bencana Geologi Wilayah Nusa Tenggara Timur, Arios Ghele Radja, mengatakan kondisi yang terjadi saat ini merupakan kelanjutan dari aktivitas vulkanik yang telah berkembang sejak April hingga awal Mei 2026.

Menurut Arios, peningkatan aktivitas gunung ditandai dengan terekamnya gempa vulkanik dalam yang mengindikasikan adanya suplai magma dari kedalaman. Selain itu, pengamatan deformasi menunjukkan terjadinya inflasi atau pengembangan tubuh gunung akibat tekanan magma yang terus meningkat.

"Ini menunjukkan bahwa tekanan akumulasi sudah berada pada sistem yang dangkal. Kemudian terjadi penurunan vulkanik dalam tetapi kegempaan low frekuensi dan hembusan meningkatkan," terang Arios, Sabtu (6/6/2026).

Perkembangan aktivitas tersebut kemudian memicu serangkaian erupsi dalam beberapa hari terakhir. Erupsi tercatat terjadi pada 2 Juni, 4 Juni, dan 5 Juni 2026 dengan tinggi kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak. Sementara pada erupsi terakhir, Sabtu, 7 Juni 2026, kolom abu teramati mencapai ketinggian sekitar 2.500 meter.

"Artinya erupsi yang terjadi saat ini merupakan pelepasan tekanan yang terakumulasi sejak akhir April hingga awal Mei," ujarnya.

Meski telah terjadi erupsi, aktivitas di dalam tubuh gunung belum sepenuhnya mereda. PVMBG masih merekam gempa low frequency yang menunjukkan adanya pergerakan fluida vulkanik yang mengisi rekahan batuan. Selain itu, kegempaan tremor juga masih terdeteksi dan menjadi indikasi bahwa potensi erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki masih dapat terjadi.

Seiring dengan kondisi tersebut, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Warga maupun wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mudah mempercayai informasi yang sumbernya tidak jelas.

Kewaspadaan juga diminta ditingkatkan oleh warga yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki. Saat hujan berintensitas tinggi, wilayah tersebut berpotensi terdampak banjir lahar hujan. Daerah yang perlu mendapat perhatian meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.

PVMBG turut mengingatkan masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik untuk menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Sementara itu, pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Flores Timur, serta PVMBG Badan Geologi di Bandung untuk memantau perkembangan aktivitas gunung dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut