TTS, iNewsTTU.id – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) NTT melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan mengambil langkah antisipatif menyusul peristiwa kematian mendadak ratusan ekor sapi yang terjadi beberapa waktu lalu.
Upaya pencegahan dilakukan dengan memberikan vaksinasi sekaligus suplemen dan terapi suportif untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak milik warga.
Kegiatan tersebut berlangsung selama lima hari, mulai Senin (3/8/2026) hingga Jumat (7/8/2026), dengan menyasar sejumlah wilayah terdampak, yakni Desa Tunua, Kecamatan Mollo Utara, serta Desa Kuanoel, Desa Fatumnasi dan Desa Nenas di Kecamatan Fatumnasi.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten TTS, drh. Jhon Marthen Johanis K. Banunaek, MP, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya kematian ternak secara susulan.
“Kami mengerahkan tim ke lokasi-lokasi terdampak untuk memberikan pelayanan terapi suportif berupa pemberian vitamin dan antibiotik kepada sapi-sapi milik warga yang masih bertahan hidup. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kematian sapi secara susulan,” ujar Jhon Banunaek.
Pada hari pertama pelaksanaan, tim berhasil memberikan pelayanan kepada 132 ekor sapi. Hingga Jumat (7/8/2026), jumlah ternak yang mendapat pelayanan bertambah menjadi 149 ekor.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
