Pemda TTS–Sinode GMIT Teken MoU, Pengembangan Kopi Jadi Gerakan Ekonomi Jemaat

*Evan
Tanam kopi, Pemda TTS–Sinode GMIT Teken MoU, Pengembangan Kopi Jadi Gerakan Ekonomi Jemaat. Foto istimewa

TTS, iNewsTTU.id – Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) resmi menjalin kemitraan dengan Sinode GMIT untuk mengembangkan komoditas kopi sebagai unggulan daerah. 

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis jemaat.

Bupati TTS, Eduard Markus Lioe, menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi prioritas pembangunan daerah, dengan subsektor perkebunan sebagai penggerak utama. Kopi pun diposisikan sebagai komoditas unggulan yang akan dikembangkan secara serius dan berkelanjutan.

“Kolaborasi ini bukan sekadar seremoni, tetapi komitmen bersama untuk menggerakkan kekuatan masyarakat dalam pembangunan ekonomi yang terstruktur dan terukur,” ujar Bupati.

Program pengembangan kopi akan difokuskan di 14 klasis GMIT sebagai basis implementasi. Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai dukungan, mulai dari penyediaan bibit, pendampingan teknis oleh penyuluh, pelatihan budidaya dan pascapanen, hingga fasilitasi akses permodalan dan pemasaran.

Bupati memastikan, bibit kopi telah tersedia dan siap didistribusikan kepada masyarakat. 

Ia menegaskan tidak ada alasan untuk menunda pelaksanaan program tersebut.

Dalam pelaksanaannya, setiap pihak memiliki peran yang jelas. Sinode GMIT bersama klasis dan jemaat akan menggerakkan masyarakat serta memperkuat organisasi kelompok. 

Dinas Pertanian bertugas memastikan distribusi bibit tepat sasaran dan melakukan pendampingan teknis. Sementara pemerintah kecamatan dan desa bertanggung jawab dalam koordinasi, pengawasan, hingga penyiapan kelompok tani dan lahan.

Pengembangan kopi di TTS juga akan menggunakan pendekatan agroforestri, yakni sistem tanam terpadu dengan berbagai komoditas lain. Tanaman jangka pendek seperti jagung dan kacang-kacangan akan menopang ekonomi awal petani, sementara tanaman penaung seperti lamtoro dan alpukat menjaga keseimbangan lingkungan.

Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjamin pendapatan petani sebelum kopi memasuki masa panen.

Pemda TTS juga menegaskan pentingnya pengawasan dan evaluasi berkala agar program berjalan efektif. Lebih dari itu, program ini ditargetkan memberi dampak luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, penurunan angka kemiskinan, hingga penanganan stunting.

“Ini harus menjadi gerakan bersama. Kita mulai dari 2026 dan seterusnya,” tegas Bupati.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Johny Army Konay, Ketua Sinode GMIT Pdt. Samuel Benyamin Pandie, jajaran pimpinan OPD, para ketua klasis, serta Forkopimcam.

Editor : Sefnat Besie

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network