KUPANG,iNewsTTU.id-- Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) NTT, Dr. Samuel Haning, menegaskan bahwa cabang olahraga tinju amatir pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) hanya akan diselenggarakan oleh Pertina sebagai induk organisasi olahraga tinju amatir di Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan Samuel Haning menyusul adanya sejumlah kegiatan pelantikan organisasi-organisasi yang bergerak di bidang tinju amatir.
Menurutnya, penyelenggaraan olahraga tinju di ajang PON harus mengacu pada aturan organisasi olahraga yang berlaku serta berada di bawah naungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai induk organisasi olahraga prestasi di Indonesia.
"Melakukan kegiatan-kegiatan pelantikan organisasi itu merupakan hak masing-masing organisasi. Tetapi Pertina pada intinya merujuk pada aturan yang ada dan tunduk pada KONI yang merupakan induk dari semua cabang olahraga yang ada," ujar Samuel.
Ia menjelaskan, kepastian mengenai cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada PON XXII/2028 juga telah tertuang dalam surat KONI Pusat Nomor 432/BPP/VI/2026 tertanggal 4 Juni 2026 tentang rencana nomor pertandingan dan perlombaan pada PON XXII Tahun 2028 di Kupang, Nusa Tenggara Timur.
Dalam surat tersebut, terdapat 67 cabang olahraga yang direncanakan masuk dalam daftar pertandingan dan perlombaan PON XXII/2028. Cabang olahraga tinju berada di urutan ke-47 dalam daftar tersebut.
Menurut Samuel, surat tersebut menjadi salah satu dasar bahwa cabang olahraga tinju amatir yang dipertandingkan pada PON 2028 mengacu pada organisasi yang diakui dalam sistem olahraga nasional, yakni Pertina.
"Di dalam surat itu sudah disebutkan ada 67 cabang olahraga dan Pertina berada di urutan 47. Jadi, sudah dipastikan hanya Pertina. Dari surat ini sudah jelas tidak ada lagi yang lain," tegasnya.
Samuel menilai, kepastian tersebut penting untuk memberikan kejelasan kepada para atlet yang saat ini tengah melakukan persiapan menghadapi PON XXII/2028. Ia mengingatkan agar dinamika organisasi tidak sampai berdampak terhadap nasib atlet yang telah berlatih dan mempersiapkan diri untuk tampil di ajang olahraga terbesar di tingkat nasional tersebut.
Ia berharap seluruh jajaran Pertina di kabupaten dan kota se-NTT dapat segera mempersiapkan atlet-atlet terbaiknya. Pembinaan dan seleksi atlet, kata dia, harus dilakukan secara serius agar para petinju berprestasi dapat dipersiapkan secara maksimal untuk menghadapi PON 2028.
"Saya berharap semua Pertina di seluruh NTT mulai mempersiapkan para atletnya dan memastikan atlet yang berprestasi agar tidak masuk salah organisasi. Karena PON itu semakin dekat," katanya.
Samuel juga mengimbau seluruh pihak yang berkecimpung dalam olahraga tinju agar tidak melakukan manuver organisasi yang berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan atlet.
Menurutnya, saat ini yang paling penting adalah memastikan atlet-atlet NTT dapat menjalani proses pembinaan dan persiapan dengan baik sehingga mampu meraih prestasi maksimal ketika tampil di hadapan publik sendiri pada PON XXII/2028.
"Jadi, tidak perlu bermanuver lagi untuk mengorbankan para atlet NTT. Kita harus fokus mempersiapkan atlet agar mereka bisa berprestasi dan mengharumkan nama NTT pada PON nanti," pungkas Samuel.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
