TMMD Meretas Asa Warga Desa Sunkaen di Batas Negara

Sefnat P. Besie
Waaster Kasad Bidang Binter Brigjen TNI Boemi Ario Bimo saat tinjau lokasi TMMD ke-127 di Sunkaen, Kecamatan Bikomi Nilulat Kabupaten Timor Tengah Utara NTT, Kamis, 5/3/2026. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat P. Besie)

Serka Lamberto membayangkan kembali kondisi bangunan reot yang disekat menjadi empat ruang darurat sebelumnya hanya ditopang oleh delapan potong kayu bulat, dinding dari pelepah gewang dan atap dari seng bekas.

Bangunan lama itu telah dirobohkan dan kini sedang dibangun kembali secara permanen melalui program TNI Manunggal Membangun Desa ke-127 wilayah Kodim 1618/TTU yang digagas oleh TNI Angkatan Darat.

Selain Serka Lamberto Da Costa, ada prajurit muda dari Yonif Teritorial Pembangunan 877/Biinmaffo, prajurit Kodim 1618/TTU, Anggota Polres TTU serta Satgas Perbatasan sektor Barat, (Satgas Pamtas RI-RDTL), dan TNI Angkatan Laut, mereka berjumlah 150 personil yang tergabung dalam satgas TMMD yang sudah hampir sebulan menyukseskan TMMD.

Serka Lamberto menceritakan, sejak dipercaya oleh pimpinan untuk menjadi babinsa di wilayah  itu pada tahun 2012 silam atau 14 tahun lamanya, ia prihatin dengan kondisi sekolah yang tidak layak dan kurang nyaman bagi pelajar maupun para guru.


 


Suasana emak-emak saat mengangkut material batu untuk membuat pondasi bangunan empat Ruang kelas Baru SMAN Bikomi Nilulat. (Foto: iNewsTTU.id/Sefnat)


Atas kegelisahan itulah, ia tak pernah berhenti bersuara. Setiap kesempatan datang, ia membawa cerita tentang kondisi sekolah itu ke hadapan para pimpinan dan pemerintah daerah.

Harapannya sederhana, agar jeritan kecil dari perbatasan itu tidak tenggelam begitu saja. Upaya yang terus ia lakukan dari waktu ke waktu akhirnya menemukan jawabannya, gayung pun bersambut.

“Setiap tahun ketika ada program TMMD dari komando atas, saya selalu datang melihat kondisi sekolah ini, memotretnya, lalu saya bawa dan ajukan ke pimpinan saya. Saya terus berharap suatu hari ada perhatian. Dan akhirnya hari ini, harapan kami benar-benar terjawab,” kisahnya dengan nada lega.

Pembangunan tambahan 4 Ruang Kelas Baru, (RKB) bukan saja menjadi harapan serka Lamberto, namun setidaknya juga jadi harapan 378 kepala keluarga di Desa Sunkaen yang anak mereka sedang dan akan menimba ilmu di sekolah tersebut.

“Ini adalah harapan besar kami masyarakat Desa Sunkaen di batas Negara, baru kali ini anak anak dari warga saya menikmati fasilitas yang layak,”ungkap Kepala desa Sunkaen Refinales lake.

Refinales lantas menggambarkan kondisi sekolah itu, bahwa sebelumnya, para orang tua swadaya membangun sekolah itu dengan bahan lokal seadanya, bahkan orang tua siswa rela sumbang seng dan uang agar anak anak mereka bisa terlindung dari panas terik maupun hujan.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala sekolah SMAN Bikomi Nilulat, Florita K. Keke, ia menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya sekolah tersebut sebagai lokasi TMMD.

Ia menceritakan, sejak berdiri pada tahun 2012, sekolah tersebut belum pernah mendapatkan sentuhan pembangunan ruang kelas yang memadai.

Florita melanjutkan, sekolah itu hanya memiliki tiga ruang permanen. Satu dijadikan perpustakaan, satu ruang kepala sekolah dan guru, dan satu ruang kelas digunakan secara bergantian dengan empat rombongan belajar, (Rombel) dengan jumlah siswa mencapai 91 anak.

Editor : Sefnat Besie

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4 5 6

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network