Guru Honorer di Kupang: Pengabdian 23 Tahun Agustinus Kini hanya Dihargai Rp223 Ribu

Donal Karouw
Sulianto Indria Putra bersama Agustinus, guru honorer di pedalaman Kupang, NTT, yang gajinya dipotong dari Rp600.000 menjadi Rp223.000 per bulan akibat efisiensi anggaran. (Foto: IG)

Efisiensi Anggaran yang Dinilai Tidak Manusiawi

Sulianto Indria Putra mengecam keras kebijakan efisiensi anggaran yang menyasar upah guru. Menurutnya, pemotongan gaji ini bukan sekadar masalah angka, melainkan bentuk ketidakadilan terhadap dunia pendidikan.

"Memotong gaji guru dari 600 ribu ke 200 ribu dengan alasan efisiensi adalah penghinaan terhadap ilmu pengetahuan! Jangan harap bangsa ini besar kalau perut gurunya dibiarkan lapar," tulis narasi dalam akun tersebut.

Merespons situasi darurat ini, Sulianto bersama timnya bergerak memberikan bantuan finansial dan materi sebagai bentuk dukungan jangka panjang bagi Agustinus dan Wesli. Langkah ini dilakukan untuk mengapresiasi dedikasi luar biasa mereka yang tetap bertahan mengajar meski dalam keterbatasan ekonomi yang ekstrem.

Unggahan tersebut kini menjadi pengingat bagi pemangku kebijakan bahwa efisiensi anggaran seharusnya tidak mengorbankan kesejahteraan mereka yang berada di baris terdepan dalam membangun masa depan bangsa.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network