KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) meluncurkan buku berjudul Pilkada Serentak 2024 dan Masa Depan Demokrasi di Kabupaten Timor Tengah Utara di Aula Kantor KPU TTU, Kamis (6/8/2026).
Peluncuran buku tersebut dihadiri Ketua KPU TTU Petrus Uskono bersama seluruh komisioner KPU TTU, anggota Bawaslu TTU Roswita H.P. Taus dan Heppy Oktavia, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten TTU Robertus Nahas, dua panelis yakni Dr. Bahrudin Hamsah dan Dr. Frederikus Fios yang mengikuti secara daring, Ketua STIH Cendana Wangi Kefamenanu Randy Valentino Neonbeni, Wakil Rektor I Unimor Dr. Yoseph Nahak Seran, Wakil Rektor II Unimor Dr. Emanuel Be, narasumber Fidelis Atanus, serta para akademisi, tokoh masyarakat, dan jajaran KPU TTU.
Dalam sambutannya, Ketua KPU TTU Petrus Uskono mengatakan peluncuran buku tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk mengingat, mengkritisi, dan membayangkan kembali arah demokrasi di Kabupaten TTU.
Menurutnya, setiap pemilihan kepala daerah memang berakhir dengan penetapan pemenang. Namun, demokrasi tidak berhenti pada hasil pemilihan, melainkan harus terus dievaluasi agar semakin matang dan berkualitas.
"Pertanyaan yang lebih penting adalah apakah demokrasi kita menjadi semakin dewasa atau justru semakin rapuh. Pertanyaan inilah yang menjadi inti dari buku Pilkada Serentak Tahun 2024 dan Masa Depan Demokrasi di Kabupaten Timor Tengah Utara," ujar Petrus.
Petrus menegaskan buku tersebut bukan dimaksudkan sebagai monumen keberhasilan KPU TTU, apalagi menempatkan penyelenggara pemilu sebagai institusi yang tanpa kekurangan.
Sebaliknya, kata dia, buku itu lahir dari kesadaran bahwa demokrasi hanya dapat berkembang apabila setiap lembaga memiliki keberanian melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri.
"Demokrasi yang sehat bukanlah demokrasi yang mengklaim dirinya sempurna, melainkan demokrasi yang membuka ruang bagi kritik, refleksi, dan pembelajaran," katanya.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
