TAMBOLAKA, iNewsTTU.id – Malam pergantian tahun baru 2026 di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), yang seharusnya menjadi momen penuh sukacita justru berubah menjadi tragedi. Seorang warga dilaporkan tewas usai pesta minuman keras yang berujung perkelahian berdarah.
Korban diketahui bernama Umbu, warga Kampung Watu Kariki ‘Deta, Desa Wee Pangali, Kecamatan Kota Tambolaka. Insiden tragis tersebut terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 02.30 WITA.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula saat sejumlah warga berkumpul di rumah Vinsensius Dowa untuk merayakan malam tahun baru. Kegiatan tersebut diisi dengan musik dan konsumsi minuman keras sambil menunggu detik-detik pergantian tahun.
Namun, seiring berjalannya waktu, suasana pesta diduga mulai tidak terkendali. Salah paham antarsejumlah warga memicu adu mulut yang kemudian berujung pada perkelahian.
Dalam insiden tersebut, korban Umbu mengalami luka serius. Nyawanya tidak tertolong meski sempat mendapat pertolongan dari warga sekitar.
Kematian korban memicu kepanikan dan emosi warga lainnya. Situasi semakin memanas hingga terjadi aksi pembakaran satu unit rumah beratap alang-alang serta satu unit sepeda motor.
Kobaran api sempat mengancam rumah-rumah di sekitar lokasi kejadian sebelum akhirnya berhasil dikendalikan. Peristiwa ini meninggalkan trauma mendalam bagi warga setempat.
Kasi Humas Polres Sumba Barat Daya, AKP Bernardus Mbili Kandi, membenarkan kejadian tersebut dan memastikan pihak kepolisian telah mengambil langkah cepat untuk mengendalikan situasi.
“Dua terduga pelaku sudah kami amankan. Saat ini keduanya masih menjalani perawatan medis karena mengalami luka,” ujar AKP Bernardus.
Ia menegaskan bahwa kepolisian akan mengusut tuntas kasus tersebut.
Sejumlah saksi terus dimintai keterangan guna mengungkap secara jelas kronologi dan motif kejadian.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi minuman keras secara berlebihan. Perayaan tahun baru seharusnya dilakukan dengan tertib dan aman, bukan malah menimbulkan korban jiwa,” tegasnya.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
