JAKARTA, iNewsTTU.id – Umat Islam di seluruh dunia akan mengalami momen langka pada tahun 2030, yakni menjalankan ibadah puasa Ramadan dua kali dalam satu tahun masehi. Fenomena ini terjadi akibat perbedaan sistem antara kalender Hijriah dan kalender Masehi.
Ramadan 1447 Hijriah sendiri diperkirakan dimulai pada 18 atau 19 Februari 2026, tergantung hasil rukyatul hilal di masing-masing negara. Perbedaan metode penentuan awal bulan juga kerap membuat tanggal dimulainya puasa bisa berbeda antarnegara.
Secara ilmiah, kalender Hijriah menggunakan sistem lunar atau peredaran bulan. Dalam satu bulan, jumlah harinya berkisar antara 29 hingga 30 hari. Dalam satu tahun, kalender Hijriah hanya berjumlah sekitar 354 hari, atau lebih pendek sekitar 11 hari dibandingkan kalender Masehi yang berjumlah 365 hari.
Akibat selisih tersebut, bulan Ramadan terus bergeser maju sekitar 10–12 hari setiap tahunnya jika dilihat dari kalender Masehi. Dalam kurun waktu sekitar 33 tahun, Ramadan akan kembali ke periode yang hampir sama dalam kalender Masehi.
Dalam proses pergeseran itulah muncul fenomena unik. Pada 2030, Ramadan pertama diperkirakan jatuh pada 5 Januari 2030. Kemudian, Ramadan berikutnya diperkirakan kembali hadir pada 26 Desember 2030. Artinya, dalam satu tahun kalender Masehi, umat Islam akan menjalankan dua kali ibadah puasa Ramadan.
Fenomena ini juga berdampak pada durasi waktu puasa di berbagai belahan dunia. Saat ini, Ramadan berada pada periode musim dingin di belahan bumi utara sehingga durasi puasa relatif lebih singkat, yakni sekitar 12–13 jam pada hari-hari awal.
Sebaliknya, negara-negara di belahan bumi selatan justru mengalami durasi puasa yang lebih panjang karena masih berada di musim panas dengan waktu siang lebih lama.
Pada 2030 nanti, Ramadan pertama diperkirakan berlangsung di musim dingin di belahan bumi utara dengan durasi puasa lebih pendek. Sementara Ramadan kedua di akhir tahun juga masih berada pada periode mendekati musim dingin. Pergeseran ini akan terus berlangsung pada tahun-tahun berikutnya sesuai siklus kalender lunar.
Fenomena dua kali Ramadan dalam satu tahun Masehi bukanlah hal mustahil, melainkan konsekuensi ilmiah dari sistem kalender Hijriah.
Bagi umat Islam, momen ini tentu menjadi kesempatan istimewa karena dapat menunaikan ibadah puasa dua kali dalam satu tahun yang sama.
Editor : Sefnat Besie
Artikel Terkait
