402 Personel Polda NTT Disiagakan, Konflik Sosial hingga Kerusuhan Massa Jadi Antisipasi
Aspek koordinasi dan pengendalian antarsatuan juga menjadi perhatian untuk memastikan seluruh personel dapat digerakkan secara cepat dan terorganisasi ketika menghadapi situasi darurat.
Kapolda NTT Irjen Pol. Reza Arief Dewanto melalui Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa apel pengecekan tersebut merupakan bentuk kesiapan nyata institusi dalam menghadapi dinamika keamanan di wilayah NTT.
“Apel pengecekan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk kesiapan nyata institusi dalam memastikan setiap personel, perlengkapan, serta sarana dan prasarana pendukung benar-benar siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” ungkap Henry.
Ia menjelaskan, dengan kekuatan 402 personel yang disiapkan, Polda NTT ingin memastikan seluruh unsur mampu bergerak cepat, tepat, terkoordinasi, dan sesuai prosedur dalam menghadapi setiap potensi gangguan kamtibmas.
Kapolda juga mengingatkan agar seluruh personel mengedepankan profesionalisme, disiplin, serta pendekatan humanis dan proporsional dalam menjalankan tugas pengamanan.
“Dalam menghadapi potensi konflik sosial maupun aksi unjuk rasa, personel wajib mengedepankan langkah-langkah preventif, komunikasi yang baik, serta pendekatan persuasif dan humanis. Penggunaan kekuatan harus dilakukan secara terukur, sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku,” lanjutnya.
Selain kesiapan personel, Polda NTT juga menekankan pentingnya deteksi dini dan pemantauan perkembangan situasi secara berkelanjutan agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Seluruh satuan fungsi diminta memperkuat koordinasi, memastikan kelengkapan operasional, serta melaporkan setiap perkembangan situasi kepada pimpinan secara berjenjang.
Melalui kesiapan 402 personel POH Kapolda tersebut, Polda NTT berharap stabilitas keamanan di wilayah Nusa Tenggara Timur tetap terjaga, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Editor: Sefnat Besie