402 Personel Polda NTT Disiagakan, Konflik Sosial hingga Kerusuhan Massa Jadi Antisipasi
KUPANG, iNewsTTU.id– Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) menyiagakan 402 personel gabungan dalam kekuatan *Power On Hand* (POH) Kapolda untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah NTT.
Kesiapan ratusan personel tersebut dipastikan melalui Apel Pengecekan Personel POH Kapolda NTT yang berlangsung di Lapangan Bhayangkara Polda NTT, Sabtu (7/11/2026) pukul 14.00 WITA.
Apel dipimpin Karo Ops Polda NTT, Kombes Pol. Komaruz Zaman, serta dihadiri Irwasda Polda NTT, Dirintelkam Polda NTT, dan Kapolresta Kupang Kota.
Pengecekan ini merupakan bagian dari langkah antisipasi kepolisian terhadap kemungkinan terjadinya konflik sosial, aksi unjuk rasa yang berpotensi anarkis hingga kerusuhan massa.
Sebanyak 402 personel yang disiagakan berasal dari berbagai satuan kerja Polda NTT dan Polresta Kupang Kota.
Kekuatan tersebut terdiri dari Satbrimob 100 personel, Polresta Kupang Kota 148 personel, Ditsamapta 50 personel, Ditpolairud 20 personel, Ditlantas 15 personel, Ditintelkam 10 personel, Ditbinmas 10 personel, Ditreskrimum 10 personel, Bidpropam 5 personel, Ditreskrimsus 5 personel, Ditresnarkoba 5 personel, Ditres PPA dan PPO 5 personel, Ditpamobvit 5 personel, Biddokkes 5 personel, Bidkum 3 personel, Bid TIK 3 personel, Bidhumas 2 personel, serta Biro Ops 1 personel.
Dalam apel tersebut, pengecekan tidak hanya menyangkut jumlah personel, tetapi juga kedisiplinan, kelengkapan perorangan, kesiapan operasional, serta sarana dan prasarana pendukung.
Aspek koordinasi dan pengendalian antarsatuan juga menjadi perhatian untuk memastikan seluruh personel dapat digerakkan secara cepat dan terorganisasi ketika menghadapi situasi darurat.
Kapolda NTT Irjen Pol. Reza Arief Dewanto melalui Kabidhumas Polda NTT, Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menegaskan bahwa apel pengecekan tersebut merupakan bentuk kesiapan nyata institusi dalam menghadapi dinamika keamanan di wilayah NTT.
“Apel pengecekan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk kesiapan nyata institusi dalam memastikan setiap personel, perlengkapan, serta sarana dan prasarana pendukung benar-benar siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” ungkap Henry.
Ia menjelaskan, dengan kekuatan 402 personel yang disiapkan, Polda NTT ingin memastikan seluruh unsur mampu bergerak cepat, tepat, terkoordinasi, dan sesuai prosedur dalam menghadapi setiap potensi gangguan kamtibmas.
Kapolda juga mengingatkan agar seluruh personel mengedepankan profesionalisme, disiplin, serta pendekatan humanis dan proporsional dalam menjalankan tugas pengamanan.
“Dalam menghadapi potensi konflik sosial maupun aksi unjuk rasa, personel wajib mengedepankan langkah-langkah preventif, komunikasi yang baik, serta pendekatan persuasif dan humanis. Penggunaan kekuatan harus dilakukan secara terukur, sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku,” lanjutnya.
Selain kesiapan personel, Polda NTT juga menekankan pentingnya deteksi dini dan pemantauan perkembangan situasi secara berkelanjutan agar setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
Seluruh satuan fungsi diminta memperkuat koordinasi, memastikan kelengkapan operasional, serta melaporkan setiap perkembangan situasi kepada pimpinan secara berjenjang.
Melalui kesiapan 402 personel POH Kapolda tersebut, Polda NTT berharap stabilitas keamanan di wilayah Nusa Tenggara Timur tetap terjaga, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Editor: Sefnat Besie