Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Dijanjikan Kerja di Malaysia, Upah Rp135 Juta Diduga Tak Dibayar Penuh, Kasus TPPO Sumba Dibongkar
Advertisement . Scroll to see content

Sobe Sonbai Jadi Identitas Kodam Baru di NTT, Pangdam Ajak Semua Pihak Bersatu

Rabu, 04 November 2026 | 10:59 WIB
  • author *Sefnat Besie
Sobe Sonbai Jadi Identitas Kodam Baru di NTT, Pangdam Ajak Semua Pihak Bersatu
Pangdam XXVII Sobe Sonbai, Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua ajak warga NTT bersatu bangun kemajuan wilayah. (Foto: Istimewa).

Gubernur Melki menegaskan, pembangunan NTT membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk Kodam XXVII/Sobe Sonbai yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung program pembangunan daerah.

Menurutnya, kehadiran Kodam baru tersebut merupakan momentum bersejarah sekaligus kebanggaan bagi masyarakat NTT.

“Terbentuknya Kodam XXVII/Sobe Sonbai merupakan momentum bersejarah dan kebanggaan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Kehadiran Kodam ini diharapkan semakin memperkuat pertahanan dan keamanan wilayah, meningkatkan sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan seluruh komponen masyarakat, serta memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa,” ungkap Melki.

Kodam Baru Diharapkan Jadi Mitra Pembangunan

Gubernur menjelaskan, NTT memiliki karakteristik geografis yang unik dengan 21 kabupaten dan satu kota, serta keberagaman suku, bahasa, adat istiadat, dan tradisi yang tersebar di berbagai pulau.

Selain memiliki kekayaan budaya, NTT juga berada di posisi strategis sebagai wilayah paling selatan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Kondisi tersebut menjadikan penguatan pertahanan, keamanan, dan kedaulatan wilayah sebagai bagian penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam konteks pembangunan, Gubernur berharap Kodam XXVII/Sobe Sonbai dapat mengambil bagian melalui kerja sama sesuai tugas dan fungsi TNI, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan, mendukung ketahanan pangan, membantu pembangunan infrastruktur, memperkuat penanganan bencana, serta meningkatkan wawasan kebangsaan dan pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi tersebut juga diharapkan mendukung pelaksanaan program pembangunan daerah melalui *Dasa Cita Ayo Bangun NTT*.

Sepuluh agenda pembangunan dalam program tersebut mencakup penguatan ekonomi berbasis pertanian dan kelautan, pengembangan kreativitas generasi muda dan perempuan, pariwisata, peningkatan pelayanan kesehatan, penurunan stunting, pendidikan vokasi, pemerataan infrastruktur, peningkatan pelayanan publik, transformasi digital, serta penguatan kolaborasi pembangunan.

“Pembangunan Nusa Tenggara Timur tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kesamaan visi, keselarasan program, dan langkah nyata dari seluruh pihak. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri, TNI tidak dapat bekerja sendiri, demikian pula masyarakat membutuhkan dukungan dan keterlibatan semua pihak,” tegasnya.

Pangdam: Sobe Sonbai Jadi Inspirasi Pengabdian

Sementara itu, Pangdam XXVII/Sobe Sonbai Mayjen TNI Thevi Angandowa Zebua menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan pemerintah dan masyarakat NTT.

Ia mengaku, kepercayaan menjadi pejabat pertama yang memimpin Kodam XXVII/Sobe Sonbai merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.

“Flobamorata bukan sekadar tempat tugas baru bagi kami, tetapi telah menjadi rumah baru yang penuh dengan kehangatan,” ungkapnya.

Pangdam menjelaskan, penggunaan nama Sobe Sonbai sebagai identitas Kodam bukan sekadar penamaan geografis atau administratif, melainkan mengandung warisan sejarah perjuangan, keteguhan, keberanian, dan harga diri masyarakat NTT.

Semangat perjuangan Sobe Sonbai yang dikenal sebagai *“Harimau yang Tak Pernah Tunduk”* diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit dalam menghadapi tantangan, tetap teguh dalam keterbatasan, serta menjaga kedaulatan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Ia menegaskan, keberhasilan pelaksanaan tugas Kodam membutuhkan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah, Polri, serta seluruh elemen masyarakat.

Karena itu, Pangdam mengajak semua pihak menjadikan semboyan perjuangan leluhur Sobe Sonbai, *“Nekaf Mese Ansaof Mese”* atau “Satu Hati, Satu Jiwa”, sebagai pedoman dalam menjalankan pengabdian.

“Satu Hati dalam derap langkah dan komitmen untuk membangun daerah Nusa Tenggara Timur. Satu Jiwa dalam menjaga persatuan, kesatuan, dan sinergitas yang kokoh antara TNI, pemerintah daerah, Polri, serta seluruh elemen masyarakat,” tegasnya.

Persatuan Jadi Modal Membangun NTT

Gubernur Melki juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan dan kebangsaan yang telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah NTT dalam membangun Indonesia.

Menurutnya, semangat Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam memperkuat kebersamaan, menjaga toleransi, dan mendorong pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat.

Ia berharap kemanunggalan TNI dan rakyat menjadi fondasi kuat untuk memastikan berbagai program pembangunan dapat dirasakan secara merata, baik oleh masyarakat perkotaan maupun warga di pelosok desa dan pulau-pulau terluar NTT.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut