Pascakelangkaan, Normalisasi Penyaluran Pertalite ke TTU Dialihkan dari IT Tenau Kupang
KEFAMENANU, iNewsTTU.id –Normalisasi Penyaluran BBM jenis Pertalite ke wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara NTT mulai berlangsung hari ini, Pasokan Dialihkan dari IT Tenau Kupang.
Kepastian Penyaluran yang dilakukan PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus. penyaluran bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite ke Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali dinormalisasi mulai Senin (12/10/2026).
Normalisasi ini dilakukan setelah kapal pengangkut BBM tiba di Integrated Terminal (IT) Tenau pada Sabtu (10/10/2026).
Pertamina memprioritaskan penyaluran ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang mengalami peningkatan konsumsi dan kebutuhan BBM, termasuk wilayah timur Pulau Timor.
Sebelumnya, potensi keterlambatan kedatangan kapal pengangkut Pertalite di IT Tenau menyebabkan penyesuaian pola distribusi ke sejumlah SPBU.
Kondisi ini diperparah oleh meningkatnya permintaan Pertalite, antara lain akibat peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite karena perbedaan harga.
Untuk wilayah Atambua hingga TTU, sebagian pasokan Pertalite dialihkan melalui IT Tenau guna menjaga kesinambungan distribusi.
Namun, skema tersebut berdampak pada waktu tempuh pengiriman BBM ke SPBU yang sedikit lebih lama dibandingkan apabila pasokan dikirim melalui Fuel Terminal (FT) Atapupu.
Pertamina memastikan seluruh SPBU di Pulau Timor tetap beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, penyaluran Biosolar, Pertamax, dan Pertamina Dex dilaporkan berjalan normal, dengan pengiriman pasokan ke SPBU dilakukan setiap hari.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina Patra Niaga juga menambah jumlah mobil tangki melalui skema spot charter.
Penambahan armada ini difokuskan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dan mempercepat pengiriman BBM, terutama di jalur Kupang hingga Atambua.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kebutuhan BBM di lapangan, khususnya di wilayah timur Pulau Timor.
Editor: Sefnat Besie