Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Identifikasi Penyebab Rumah Warga Terbakar dan Tewaskan Dua Orang
Advertisement . Scroll to see content

Kedepankan Diplomasi Lunak Bupati TTU Redam Perselisihan Warga Wini dan UPF-PNTL Oecusse

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:07 WIB
  • author *Sefnat Besie
Kedepankan Diplomasi Lunak Bupati TTU Redam Perselisihan Warga Wini dan UPF-PNTL Oecusse
Saling peluk, warga Wini Indonesia dan UPF-PNTL Oecusse akhiri perselisihan internal keduanya di Wisma PLBN Wini. (Foto: istimewa).

KEFAMENANU, iNewsTTU.id– Pendekatan dialog dan ikatan kekerabatan menjadi jalan penyelesaian perselisihan yang melibatkan warga negara Indonesia (WNI) dan warga negara Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL) dari wilayah Oecusse.

Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, didampingi unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), bersama Komandan UPF-PNTL, Superintendente Chefe Polísia Calisto Gonzaga, Dip., JEP., Lic.Dir.MD., dan jajaran delegasi, mempertemukan kedua belah pihak untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi beberapa waktu lalu.

Pertemuan lintas negara tersebut berlangsung di Wisma Indonesia, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini, Kabupaten TTU, Kamis (29/10/2026).

Melalui pendekatan *soft diplomacy* atau diplomasi lunak, kedua pihak diarahkan untuk mengedepankan komunikasi, budaya, serta hubungan kekeluargaan yang telah lama terjalin antara masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia dan Timor-Leste.

Kehadiran Bupati TTU bersama Forkopimda dan Komandan Satgas RDTL Distrik Oecusse turut membuka ruang dialog hingga kedua belah pihak bersedia berdamai dengan baik.

Dalam penyelesaian tersebut, ikatan sejarah dan kekerabatan masyarakat Wini dan Oecusse menjadi salah satu dasar utama yang dikedepankan. Masyarakat di kedua wilayah dinilai memiliki hubungan yang erat karena berasal dari akar leluhur yang sama.

Pesan yang disampaikan dalam pertemuan itu menegaskan bahwa perselisihan tidak seharusnya merusak hubungan persaudaraan yang sudah terbangun selama bertahun-tahun.

Masyarakat Wini dan Oecusse diharapkan tetap menjaga hubungan baik, mengutamakan komunikasi ketika menghadapi persoalan, serta tidak membiarkan kesalahpahaman berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Pendekatan ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan unsur terkait dari kedua negara dalam menjaga stabilitas serta keharmonisan masyarakat di kawasan perbatasan.

Di perbatasan RI–RDTL, masyarakat tidak hanya berbagi garis batas wilayah negara, tetapi juga memiliki kedekatan sejarah, budaya, dan ikatan kekeluargaan.

Karena itu, penyelesaian persoalan melalui dialog menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan dan kedamaian di kawasan perbatasan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa meskipun batas negara memisahkan wilayah administrasi, semangat persaudaraan tetap dapat menjadi jembatan untuk menyelesaikan perbedaan secara damai dan bermartabat.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut