Lepas 119 Atlet POPDA ke Kupang, Bupati TTU Sebut Prestasi Jadi Tiket Masa Depan
Menurutnya, dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dan prestasi. Karena itu, para atlet diharapkan memanfaatkan kesempatan mengikuti POPDA sebagai bagian dari perjalanan untuk mengembangkan potensi diri.
Ia juga meminta para pelatih dan pembina memberikan pendampingan serta motivasi kepada para atlet, mulai dari keberangkatan, selama pertandingan, hingga kembali ke TTU, agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.
Sementara itu, Ketua Panitia dari Dinas Pemuda dan Olahraga TTU, Ori Pale, dalam laporannya menjelaskan bahwa POPDA merupakan salah satu sarana untuk mengevaluasi hasil pembinaan olahraga pelajar melalui kompetisi.
Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara rutin dan terstruktur perlu diukur melalui pertandingan agar potensi atlet dapat diketahui dan dikembangkan menuju tingkat yang lebih tinggi.
POPDA VIII NTT Tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21–26 Oktober 2026 di Kota Kupang. Kegiatan ini diikuti atlet pelajar dari 22 kabupaten/kota di Provinsi NTT.
Kontingen Kabupaten TTU mengirimkan 119 atlet yang akan berlaga pada tujuh cabang olahraga, yakni shorinji kempo, taekwondo, karate, pencak silat, tinju, atletik, dan *kriket.
Rinciannya, cabang shorinji kempo sebanyak 19 atlet, taekwondo 19 atlet, karate 13 atlet, pencak silat 18 atlet, tinju 10 atlet, atletik delapan atlet, dan kriket 11 atlet.
Selain atlet, kontingen TTU juga didukung pelatih, wasit atau juri, tenaga medis, serta ofisial dan pendamping.
Ori Pale berharap keikutsertaan kontingen TTU dalam POPDA VIII NTT dapat melahirkan atlet-atlet muda potensial yang mampu mengharumkan nama daerah, sekaligus menjadi fondasi bagi peningkatan prestasi olahraga TTU di tingkat provinsi maupun nasional.
Editor: Sefnat Besie