Panen Jagung Rutan Kefamenanu Jadi Bukti Ketahanan Pangan di Tengah Musim Kering
"Kami berharap ke depan kegiatan ini bisa menampung tenaga kerja dari warga binaan yang membutuhkan pekerjaan setelah selesai menjalani pidana. Jadi selain mendukung program pemerintah, kegiatan ini juga menjadi sarana pembinaan," katanya.
Target Panen 10-12 Ton
Sementara itu, mitra Rutan Kefamenanu, Mohamad Tri Chahyono, mengaku tertarik mengembangkan sektor pertanian di TTU karena melihat peluang usaha yang cukup menjanjikan.
"Harga hasil pertanian di sini relatif lebih tinggi dibandingkan di Jawa. Itu yang membuat saya tertarik mengembangkan usaha pertanian sekaligus memberikan contoh kepada masyarakat agar lahan-lahan kosong dapat dimanfaatkan secara produktif," kata Mas Cahyo.
Ia mengatakan telah mengelola lahan tersebut selama hampir satu tahun. Sebelum ditanami jagung hibrida, lahan tersebut telah dimanfaatkan untuk berbagai tanaman hortikultura seperti sawi, kangkung, tomat, cabai, pare, patola dan kacang panjang.
Hasil panen hortikultura tersebut mendapat respons positif dari masyarakat karena lokasi kebun cukup dekat dengan pasar. Pembeli juga dapat datang langsung dan memetik hasil pertanian dari kebun.
Untuk mendukung budidaya jagung pada musim kemarau, lahan tersebut dilengkapi sumur bor yang dimanfaatkan sebagai sumber air bagi tanaman.
"Untuk mendukung penanaman jagung saat musim kemarau, kami memiliki sumur bor yang dapat membantu kebutuhan air tanaman. Target kami panen bisa mencapai 10 sampai 12 ton," ujarnya.
Gunakan Jagung Hibrida Nusa Timor 7701
Pendampingan teknis dilakukan tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kota Kefamenanu.
Koordinator Penyuluh BPP Kota Kefamenanu, Cornelia Moenesu, mengatakan kerja sama antara Mas Cahyo dan Rutan Kefamenanu telah berlangsung sejak Mei 2025.
Menurutnya, lahan sekitar 0,80 hektare yang kini ditanami jagung sebelumnya digunakan untuk berbagai komoditas hortikultura. Namun, dalam rangka mendukung program swasembada pangan, petani kemudian didorong mengembangkan tanaman jagung.
Ia menjelaskan, jagung ditanam dengan jarak 40 x 50 sentimeter.
Benih yang telah ditanam kemudian ditutup menggunakan sekam untuk menjaga kelembapan tanah sekaligus membantu proses perkecambahan.
Sementara kebutuhan air tanaman dipenuhi melalui sumur bor yang dialirkan menggunakan saluran yang telah tersedia di lokasi.
"Varietas hibrida dipilih karena memiliki ketahanan yang baik terhadap cuaca panas serta mampu menghasilkan produktivitas lebih tinggi. Ini menjadi salah satu strategi menghadapi kondisi iklim yang tidak menentu," katanya.
Melalui kolaborasi antara Rutan Kefamenanu, petani lokal dan penyuluh pertanian, pemanfaatan lahan negara tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengoptimalkan lahan kosong menjadi lahan pertanian produktif.
Editor: Sefnat Besie