Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Haru wisudawati Asal Nagekeo, Rumah Orang Tua Roboh Diguncang Gempa, Aurel Tetap Ikut Wisuda
Advertisement . Scroll to see content

BNPB Ungkap Fakta di Balik 94 Warga NTT yang Meninggal di Pengungsian Pascagempa

Minggu, 20 September 2026 | 10:03 WIB
  • author Marten Liwu
BNPB Ungkap Fakta di Balik 94 Warga NTT yang Meninggal di Pengungsian Pascagempa
Penampakan tenda pengungsian warga korban gempa di Manggarai (Foto: istimewa).

Dalam pembaruan terbarunya, BNPB memisahkan antara korban yang meninggal akibat dampak langsung gempa dan warga yang meninggal selama berada di pengungsian karena kondisi kesehatan yang telah mereka derita sebelumnya.

Dari total 142 korban meninggal yang dicatat BNPB, sebanyak 48 orang dinyatakan meninggal secara langsung akibat gempa.

“Saat ini kami menyampaikan bahwa korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang, tetapi secara tidak langsung yang ada di pengungsian ada 94 orang,” kata Berton dalam keterangan yang dibagikan pada 15 September 2026 lalu.

Di tengah situasi tersebut, BNPB menyatakan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak tetap berjalan di sejumlah lokasi pengungsian.

Berton mengatakan pos kesehatan dan fasilitas kesehatan disiapkan untuk memberikan pelayanan kepada para penyintas, termasuk penyediaan obat-obatan dan bantuan medis.

“Kami memastikan pelayanan dasar dan kesehatan tetap dilaksanakan optimal. Sejak hari pertama, BNPB mengaktifkan pos dukungan logistik di Labuan Bajo dan Maumere, bantuan medis, dan obat-obatan untuk para pengungsi,” imbuhnya.

Gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026 itu, berdasarkan data BNPB, juga menyebabkan 1.603 orang mengalami luka-luka.

Sementara itu, sebanyak 46.461 warga masih berada di pengungsian.

Klarifikasi BNPB terkait 94 kematian tersebut membuat angka korban meninggal akibat langsung gempa menjadi 48 orang. Sedangkan 94 warga lainnya merupakan kelompok yang meninggal saat berada di pengungsian, dengan sebagian besar disebut mengalami komplikasi penyakit kronis.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut