get app
inews
Aa Text
Read Next : Dalami Kasus CV MS, Penyidik Kejari Sabu Raijua Sita Risalah Persidangan APBD 2017

ETMC 2026 di Flores Timur Siap Digelar, 500 Penari Hedung Bakal Meriahkan Pembukaan

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:05 WIB
header img
Pemerintah daerah Flores Timur mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Turnamen El Tari Memorial Cup. (Foto: Istimewa).

LARANTUKA, iNewsTTU.id – Pemerintah Kabupaten Flores Timur mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Turnamen El Tari Memorial Cup (ETMC) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan November mendatang. Selain menyiapkan sarana pertandingan, pemerintah daerah juga menargetkan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui penampilan massal Tarian Hedung saat pembukaan turnamen.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Flores Timur, Antonius Doni Dihen, di ruang rapat Bupati Flores Timur, Selasa (9/6/2026). Rapat membahas pembentukan kepanitiaan sekaligus langkah awal persiapan penyelenggaraan ETMC yang akan diikuti puluhan klub sepak bola dari berbagai kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur.

Dalam rapat tersebut, Wakil Bupati Flores Timur, Ignasius Boli, resmi ditunjuk sebagai Ketua Panitia ETMC Flores Timur 2026. Sementara susunan kepanitiaan secara keseluruhan masih akan disempurnakan berdasarkan masukan dari Sekretaris Daerah dan peserta rapat sebelum diumumkan secara resmi.

Bupati Doni Dihen menegaskan bahwa pembentukan panitia merupakan langkah awal yang sangat penting mengingat waktu persiapan yang tersisa hanya sekitar lima bulan. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat bekerja maksimal agar Flores Timur mampu menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta maupun suporter.

Ketua KONI Flores Timur, Yitno Wada, dalam kesempatan tersebut memaparkan sejumlah kebutuhan mendasar yang harus segera dipersiapkan. Menurutnya, keberhasilan ETMC tidak hanya ditentukan oleh jalannya pertandingan di lapangan, tetapi juga kesiapan fasilitas pendukung seperti penginapan, transportasi, keamanan, hingga pusat kuliner.

"Untuk lapangan yang akan digunakan selama ETMC, akan diupayakan untuk menyiapkan tiga lokasi, yakni Lapangan Gawerato, Lapangan Ile Mandiri dan Lapangan Ape Buan. Ketiga lapangan tersebut mungkin masih memiliki berbagai kekurangan, tetapi dengan waktu persiapan kurang lebih lima bulan, saya optimistis semuanya dapat dipersiapkan dengan baik," ujar Yitno.

Rencananya, dua lapangan yang berada di Kota Larantuka akan digunakan untuk pertandingan babak penyisihan. Sementara Lapangan Ape Buan di Pulau Adonara dipersiapkan untuk menggelar pertandingan babak 16 besar hingga fase-fase penentuan lainnya.

Bupati Doni menekankan bahwa ETMC 2026 harus dipersiapkan secara serius dan profesional. Menurutnya, keterbatasan yang ada tidak boleh dijadikan alasan untuk bekerja setengah hati, melainkan menjadi motivasi untuk menunjukkan kemampuan Flores Timur sebagai tuan rumah yang layak dan membanggakan.

Ia juga mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan ETMC sudah mulai terlihat sejak Flores Timur ditetapkan sebagai tuan rumah. Karena itu, seluruh persiapan harus dilakukan secara matang agar penyelenggaraan turnamen berlangsung sukses.

"Pengumuman tentang ETMC di Flores Timur telah menimbulkan euforia yang luar biasa di tengah masyarakat. Karena itu semua harus dipersiapkan secara matang. Kalau memungkinkan, pelaksanaannya harus terlihat megah dan menjadi kebanggaan bersama," kata Doni.

Lebih jauh, Pemerintah Kabupaten Flores Timur menyiapkan konsep penyelenggaraan yang tidak hanya berfokus pada kompetisi sepak bola, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya, pariwisata, dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Salah satu konsep yang tengah disiapkan adalah program live in bagi seluruh tim peserta di desa-desa wilayah Adonara. Melalui program ini, para pemain dan ofisial diharapkan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengenal budaya lokal Flores Timur.

Selain itu, upacara pembukaan ETMC direncanakan dipusatkan di Lapangan Ape Buan. Pada momen tersebut, Pemerintah Kabupaten Flores Timur menargetkan pencatatan rekor MURI melalui penampilan massal Tarian Hedung yang melibatkan sekitar 200 hingga 500 penari.

"Nantinya semua tim akan diatur untuk berbaur dan merasakan suasana live in di desa-desa di Adonara. Pembukaan kita gunakan Ape Buan dan kita upayakan memecahkan rekor MURI melalui penampilan Tarian Hedung dengan jumlah 200 sampai 500 penari," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Flores Timur optimistis ETMC 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga bergengsi di NTT, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, mempromosikan destinasi wisata daerah, serta memperkuat identitas budaya Flores Timur di tingkat provinsi.

Rapat persiapan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Flores Timur, Petrus Pedo Maran, bersama sejumlah pejabat daerah dan pimpinan organisasi perangkat daerah terkait.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut