Lewotobi Erupsi Berkali-Kali, Bandara Frans Seda Maumere Ditutup hingga 7 Juni
Flores Timur, iNewsTTU.id-Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, masih menunjukkan aktivitas erupsi yang intens hingga Sabtu, 6 Juni 2026. Sebaran abu vulkanik yang bergerak ke arah Kabupaten Sikka kembali memaksa penutupan operasional Bandara Frans Seda Maumere selama dua hari.
Kepala Bandara Frans Seda Maumere, Parthaian Pandjaitan, mengatakan penutupan sementara diberlakukan sejak Sabtu hingga Minggu pagi.
"Hari ini 6 Juni 2026 operasi penerbangan di Bandara Frans Seda Maumere ditutup sementara sampai tanggal 7 Juni 2026 pukul 06.00 Wita," kata Parthaian Pandjaitan, Sabtu (6/6/2026).
Sebelumnya, bandara tersebut juga menghentikan operasional penerbangan pada Jumat, 5 Juni 2026, akibat hujan abu vulkanik yang dipicu aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki. Langkah itu diambil untuk menjaga keselamatan penerbangan di wilayah terdampak.
Data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan gunung berketinggian 1.584 meter di atas permukaan laut itu mengalami sedikitnya lima kali erupsi hingga Jumat sore. Tinggi kolom abu yang teramati bervariasi, mencapai 1.000 hingga 2.500 meter di atas puncak.
Aktivitas vulkanik terus berlanjut memasuki Sabtu dini hari. Erupsi pertama tercatat pada pukul 00.44 WITA dengan kolom abu setinggi sekitar 800 meter di atas puncak. Letusan berikutnya terjadi pukul 01.12 WITA dengan tinggi kolom mencapai 1.000 meter. Pada pukul 02.05 WITA, kolom erupsi meningkat hingga sekitar 1.200 meter, sebelum kembali terjadi letusan pada pukul 06.02 WITA dengan tinggi kolom mencapai 1.500 meter di atas puncak.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi, Herman Yosef S Mboro, mengatakan kolom abu dari erupsi yang terjadi pada pagi hari terpantau bergerak ke arah barat dan barat daya.
Aktivitas gunung belum mereda. Pada pukul 10.07 WITA, Gunung Lewotobi Laki-laki kembali meletus dengan kolom abu mencapai sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 3.084 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki, Herman Yoseph S. Mboro, menjelaskan kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal. Sebaran abu vulkanik mengarah ke barat dan barat laut.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 22.2 mm dan durasi ± 3 menit 48 detik," ujar Herman dalam keterangan resmi, Sabtu.
PVMBG kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi. Warga juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
Selain ancaman erupsi, PVMBG mengingatkan potensi banjir lahar hujan apabila curah hujan tinggi terjadi di sekitar kawasan gunung. Sejumlah wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan.
PVMBG juga meminta pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, serta dengan lembaga vulkanologi tersebut.
Hingga kini, PVMBG menyatakan tetap berkoordinasi dengan BPBD Nusa Tenggara Timur dan unsur penanggulangan bencana setempat guna menyampaikan perkembangan aktivitas gunung kepada masyarakat.
Editor : Sefnat Besie