Pasca Bencana Longor di Batnes, BPBD TTU Turun Tinjau Lokasi Terdampak
KEFAMENANU, iNewsTTU.id — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), bergerak cepat meninjau lokasi bencana tanah longsor di Desa Batnes, Kecamatan Musi. Langkah taktis ini diambil setelah adanya laporan resmi mengenai pergerakan tanah yang mengancam fasilitas umum di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten TTU, Felismino Askeli, membenarkan adanya peristiwa kedaruratan tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa personelnya telah diterjunkan langsung ke lapangan guna melakukan kaji cepat dampak kerusakan.
"Kami sudah menerima laporan bencana tersebut dan tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan peninjauan secara detail," ujar Felismino saat dikonfirmasi media, Kamis (14/5/2026).
Menurut Felismino, peninjauan langsung ini sangat penting untuk memetakan tingkat kerusakan, mengukur luasan area terdampak, serta mengantisipasi potensi longsoran susulan. Langkah ini juga bertujuan memastikan keselamatan warga yang berada di sekitar zona bahaya.
Pasca-peninjauan dan pengumpulan data di lapangan, pihak BPBD akan segera mengambil langkah administratif dan koordinatif demi percepatan penanganan infrastruktur.
"Hasil peninjauan dari tim lapangan ini akan segera kami formulasikan. Setelah seluruh data teknis rampung, saya akan langsung melaporkan kondisi terkini kepada Bapak Bupati TTU untuk mendapatkan arahan dan penanganan lebih lanjut," pungkasnya.
Namun Felismino memastikan dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa karena lokasi longsor berada di bagian belakang kantor Desa Batnes.
Ia menambahkan, kejadian longsoran ini merupakan longsoran susulan yang terjadi tahun 2025 dan telah di tangani menggunakan dana desa sebesar Rp19 000 000 saat itu.
"BPBD segera melapornya kepada bapak Bupati. Kami akan berkoordinasi dengan tim teknis ( PUPR dan RKPP ) untuk proses penanganan,"tutupnya.
Editor : Sefnat Besie