Jurusan Gizi STIKES Nusantara Dinilai Strategis Dukung Program Makan Bergizi Gratis
KUPANG,iNewsTTU.id- Menteri Koordinator (Menko) Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan pentingnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui pemenuhan gizi dan ketahanan pangan nasional.
Hal itu disampaikan saat memberikan kuliah umum bagi mahasiswa STIKES Nusantara Kupang di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Jumat (15/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Ketua STIKES Nusantara Kupang, Albert Yunander Tulle, mengatakan kualitas generasi muda menjadi penentu kekuatan bangsa di masa depan.
“Bangsa yang besar bukan hanya kaya sumber daya, tetapi bangsa yang mampu menjaga kualitas generasi mudanya. Anak-anak harus sehat. Makan bergizi gratis bukan sekadar program biasa, tetapi program besar untuk menyelamatkan masa depan,” katanya.
Dia menegaskan STIKES Nusantara siap mendukung program nasional di bidang pangan dan gizi, terutama di NTT yang masih membutuhkan banyak tenaga ahli di daerah.
“Kami sangat merasakan membutuhkan lebih banyak tangan di daerah. Kami STIKES Nusantara siap jadi bagian dari perjuangan bangsa. Hari ini kami bersyukur masih menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta di NTT yang memiliki jurusan gizi,” ujarnya.
Menurut Albert, sebanyak 80 alumni STIKES Nusantara kini telah terlibat aktif dalam program badan gizi di berbagai wilayah.
“NTT membutuhkan banyak anak muda yang mau kembali membangun daerahnya sendiri.
Jika daerah diperkuat, maka negara siap menjaga keberhasilan program gizi nasional dari pusat hingga pelosok,” tambahnya.
Sementara itu, Zulkifli Hasan menilai NTT memiliki kualitas SDM yang baik dan potensial untuk mendukung program pembangunan nasional.
“NTT termasuk punya SDM yang unggul dan hebat karena mungkin terkait kebiasaan makan. NTT suka makan ikan, makanya pintar-pintar,” kata Zulkifli disambut tepuk tangan mahasiswa.
Dia menjelaskan pemerintah saat ini fokus pada kebijakan swasembada pangan sebagai fondasi pembangunan nasional.
“Oleh karena itu kebijakan pemerintah pertama adalah swasembada pangan. Beras, telur, ayam, daging harus kita produksi sendiri dan tidak tergantung pada negara lain,” ujarnya.
Menurutnya, swasembada pangan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani dan nelayan.
“Artinya petani kita makmur, dia produksi hasil dijual dapat uang cukup. Ikan juga kita swasembada. Tahun ini kita bangun 2.000 kampung nelayan,” katanya.
Setelah kebutuhan pangan tercukupi, pemerintah selanjutnya fokus pada peningkatan kualitas SDM melalui program makan bergizi gratis.
“Maka kebijakan kita berikut adalah makan bergizi gratis. Kenapa orang Tiongkok, Korea tinggi, karena gizi. Itu bukan sekadar makan, ada pangan, gizi dan SDM,” ujarnya.
Zulkifli juga mengungkapkan kebutuhan tenaga ahli gizi saat ini sangat tinggi seiring pengembangan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
“Sekarang yang paling laris adalah ahli gizi karena ada 30 ribu SPPG. Sehingga lulusan STIKES Nusantara pasti laris. NTT banyak program SPPG di tiap kabupaten. Jadi STIKES yang paling diperlukan yaitu ahli gizi,” tegasnya.
Dia menambahkan pembangunan Indonesia maju hanya dapat terwujud jika ditopang SDM unggul melalui pendidikan dan pemenuhan gizi yang baik.
“Kalau punya SDM yang hebat, maka kita ingin Indonesia maju. Sekarang dibangun hilirisasi dan lainnya. Itu terwujud kalau SDM unggul yang kuncinya pendidikan,” katanya.
Editor : Sefnat Besie