Musrenbang RKPD NTT Tekankan Pembangunan Berkeadilan bagi Seluruh Masyarakat
Forum tersebut turut menghadirkan pembahasan terkait kondisi ekonomi nasional dan daerah. Dalam paparannya, perwakilan pemerintah pusat menyampaikan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 mencapai 5,60 persen, sementara target pertumbuhan ekonomi tahun 2026 berada pada kisaran 5,4 hingga 5,8 persen. Pemerintah pusat juga menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 8 persen sebagai langkah menuju Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045.
Selain itu, Musrenbang RKPD 2027 juga kembali menghadirkan Musrenbang Inklusif Kelompok Rentan atau “MUSIK KEREN” yang menjadi ruang partisipasi bagi kelompok perempuan, penyandang disabilitas, anak, lansia, masyarakat adat, orang dengan HIV/AIDS (ODHA), serta kelompok rentan lainnya dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Kegiatan ini mendapat dukungan Program SKALA (Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar), kemitraan Pemerintah Indonesia dan Australia yang mendukung penguatan layanan dasar inklusif di daerah.
Sebanyak 109 usulan dari kelompok rentan diterima dalam MUSIK KEREN, dan 57 di antaranya berhasil masuk dalam pembahasan melalui SIPD pada sektor pemerintahan, pembangunan manusia, ekonomi, infrastruktur dan tata kelola pemerintahan.
Flori Rita Wuisan menyampaikan apresiasi kepada seluruh kelompok rentan yang aktif terlibat dalam proses pembangunan daerah.
“Pembangunan yang baik bukan hanya mendengar suara yang kuat, tetapi juga memberi ruang kepada mereka yang selama ini jarang terdengar. Ukuran keberhasilan pembangunan bukan hanya pertumbuhan ekonomi, tetapi sejauh mana pembangunan menghadirkan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Editor : Sefnat Besie