Viral Video Dugaan Pungli Petugas di Wini saat Warga Melintas
KEFAMENANU, iNewsTTU.id– Praktik dugaan pungutan liar (pungli) kembali mencoreng citra pelayanan di pintu perbatasan negara. Oknum petugas Bea Cukai di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Wini, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), diduga kuat melakukan aksi "minta uang rokok" kepada warga yang melintas dari Oecusse, Timor Leste, pada Minggu (29/3/2026).
Peristiwa memuakkan ini dialami oleh Samuel Sunhaki, warga Atambua yang saat itu melintas bersama keluarganya usai menghadiri acara kedukaan di Oecusse. Samuel membeberkan kronologi tindakan tidak terpuji yang dilakukan oknum petugas tersebut kepada media, Selasa (31/3/2026).
Kejadian bermula saat petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan Samuel berupa satu dus kecil sosis untuk oleh-oleh.
Meski Samuel sudah menjelaskan bahwa barang tersebut hanya untuk konsumsi pribadi, petugas tetap bersikeras menahan barang dengan dalih aturan kepabeanan.
Namun, di balik ketegasan aturan tersebut, Samuel mengaku dihampiri oleh dua oknum petugas—satu berinisial AK dan satu lagi mengenakan seragam bertuliskan Ded—yang justru menawarkan "jalan tengah" yang melanggar kode etik.
"Mereka bilang kalau mau lolos, kasih uang rokok ke petugas," ungkap Samuel dengan nada geram.
Aksi protes Samuel ini pun berbuntut panjang. Dalam sebuah rekaman video yang kini viral, Samuel tampak terlibat debat sengit dengan petugas berinisial Ded.
Ia mengkritik keras sikap petugas yang dinilai tebang pilih dan menjadikan aturan sebagai kedok untuk memeras warga.
"Kalau mau tertibkan, ya tertibkan. Jangan minta uang! Kenapa harus minta uang supaya barang itu bisa lewat?" tegas Samuel dalam rekaman video tersebut.
Ironisnya, saat dikonfrontasi terkait keterlibatan dua rekannya, petugas bernama Ded justru tampak gugup dan seolah-olah tidak mengenali rekan kerjanya sendiri yang berada di lokasi yang sama.
Tak terima dengan perlakuan tersebut, Samuel telah melaporkan insiden ini kepada tokoh masyarakat dan anggota DPRD setempat.
Ia meyakini bahwa praktik "uang rokok" ini kerap terjadi di perbatasan yang selama ini jarang terungkap ke publik.
"Saya ingin kasus ini ditindaklanjuti agar tidak ada masyarakat lain yang menjadi korban pemerasan berkedok aturan," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Bea Cukai PLBN Wini belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan pungli yang menyeret nama anggotanya tersebut.
Editor : Sefnat Besie