Komunitas Jeep 4x4 Bangun Jembatan dan Promosi Wisata Kaenbaun
KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Komunitas pecinta mobil Jeep 4x4 membuktikan bahwa hobi ekstrem bisa berdampak nyata bagi masyarakat.
Melalui ajang Fun Adventure Bupati TTU Cup Season 2, para offroader tidak hanya menaklukkan lintasan berlumpur, tetapi juga turun tangan memperbaiki infrastruktur desa yang rusak.
Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, saat melepas peserta di halaman Kantor Desa Kaenbaun, Senin (23/03/2026), memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif sosial yang dilakukan komunitas ini.
Bupati yang akrab disapa Falent ini menjelaskan, ajang ini menjadi sarana efektif untuk memperkenalkan potensi wisata lokal, khususnya objek wisata Bnoko (Bukit Batu) Kaenbaun, kepada dunia luar.
Peserta yang datang dari berbagai daerah seperti Kota Kupang, Kabupaten Kupang, TTS, Belu, hingga Malaka, diharapkan menjadi "duta" wisata TTU.
"Minimal para pecinta Jeep dari luar daerah mengetahui potensi wisata alam dan lintasan offroad di sini. Sehingga ke depan, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut bersama masyarakat," ujar Bupati Falent.
Lebih dari sekadar hobi, Bupati Falent memuji semangat gotong royong komunitas Jeep 4x4 Kefamenanu yang telah membantu warga memperbaiki jembatan penghubung yang sempat roboh akibat banjir.
"Jembatan ini sangat vital. Tidak hanya meningkatkan aksesibilitas warga, tapi juga sangat membantu anak-anak kita yang bersekolah di PAUD Tunas Muda. Ini contoh nyata bagaimana hobi bisa menjadi kekuatan untuk membangun komunitas," tegas pendiri Ormas Beta Timor tersebut.
Sementara itu, Humas Komunitas Jeep 4x4 Kefamenanu, Aleng, membeberkan ketatnya persaingan dalam etape pertama. Dari total 47 peserta, hanya 37 mobil yang dinyatakan lolos ke tahap selanjutnya.
"Ada 10 mobil yang gugur karena kendala teknis, seperti patah stang stir hingga satu unit mobil terbalik yang menyebabkan kacanya pecah. Namun, dalam dunia 4x4, itu hal yang biasa," ungkap Aleng.
Ia juga menegaskan sportivitas dalam ajang ini. Terdapat 5 peserta yang meski lolos namun menggunakan jalan pintas, sehingga didiskualifikasi dari game final pada hari Selasa.
"Seharusnya mereka melewati tantangan di etape pertama secara utuh baru boleh mengikuti game hiburan dan memperebutkan hadiah," pungkasnya.
Editor : Sefnat Besie