Pengurus DMI TTU Resmi Dilantik, Bupati Falent: Masjid Harus Jadi Pusat Peradaban Umat
Ia menegaskan, DMI TTU memiliki visi menjadikan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai pusat berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Ke depan kami ingin masjid menjadi pusat pembinaan generasi muda, pendidikan dan dakwah yang mencerahkan, kegiatan sosial dan kemanusiaan, serta pengembangan ekonomi umat berbasis masjid,” jelasnya.
Selain itu, masjid juga diharapkan menjadi tempat tumbuhnya berbagai program pemberdayaan ekonomi masyarakat seperti wirausaha umat, koperasi masjid hingga berbagai program ekonomi yang membantu masyarakat kecil.
“Dengan demikian, masjid bukan hanya makmur dengan ibadah, tetapi juga menjadi sumber kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya,” tambahnya.
DMI TTU juga menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten TTU dalam mendukung berbagai program pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami percaya ketika pemerintah, tokoh agama dan masyarakat berjalan bersama, maka Kabupaten Timor Tengah Utara dapat terus berkembang menjadi daerah yang rukun, damai, maju dan sejahtera,” ujarnya.
Fahmi juga mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum bulan suci Ramadhan untuk memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial.
“Mari kita jadikan bulan suci Ramadhan ini sebagai momentum untuk memperkuat persaudaraan, kepedulian sosial serta komitmen kita bersama dalam membangun Kabupaten Timor Tengah Utara,” tuturnya.
Sementara itu, Bupati TTU Yosep Falentinus Delasalle Kebo mengatakan pelantikan pengurus DMI merupakan amanah mulia yang tidak hanya dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, tetapi juga kepada Tuhan.
“Atas nama pribadi, Pemerintah Daerah dan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara, saya mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Timor Tengah Utara yang baru saja dilantik. Amanah ini adalah amanah mulia yang bukan hanya dipertanggungjawabkan kepada masyarakat, tetapi juga di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta'ala,” kata Bupati yang akrab disapa Falent.
Ia menegaskan, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran penting sebagai pusat peradaban umat.
“Masjid bukan sekadar bangunan tempat orang datang untuk beribadah, tetapi juga pusat peradaban umat. Dari masjid lahir nilai-nilai kebaikan, lahir generasi yang berakhlak serta semangat persaudaraan yang menjaga masyarakat tetap berada di jalan yang benar,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap pengurus DMI Kabupaten TTU dapat menjadi motor penggerak dalam memakmurkan masjid sekaligus membangun kehidupan umat yang harmonis.
“Saya berharap Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Timor Tengah Utara dapat menjadi penggerak dalam memakmurkan masjid sekaligus memakmurkan umat,” tegasnya.
Bupati Falent juga menekankan pentingnya menjaga toleransi dan persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat di Kabupaten TTU.
“Kabupaten Timor Tengah Utara adalah rumah bersama bagi kita semua yang hidup dalam keberagaman. Perbedaan tidak harus melahirkan jarak, tetapi justru dapat melahirkan persaudaraan,” katanya.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan karena kedamaian merupakan syarat utama bagi kemajuan daerah.
“Saya mengajak kita semua untuk terus menjaga semangat toleransi dan persaudaraan ini, karena kerukunan adalah fondasi kedamaian dan kedamaian merupakan syarat utama bagi kemajuan sebuah daerah,” ujarnya.
Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Bupati Falent mengatakan ibadah puasa di bulan Ramadhan tidak hanya menguatkan spiritualitas, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.
“Puasa selama bulan Ramadhan mendidik kita menjadi manusia yang kuat secara spiritual dan lebih peka secara sosial. Iman yang kuat harus melahirkan kepedulian yang nyata terhadap sesama,” jelasnya.
Ia menambahkan Pemerintah Kabupaten TTU akan terus membuka ruang kerja sama dengan tokoh agama dan organisasi keagamaan, termasuk DMI.
“Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara akan terus membuka ruang kerja sama dengan seluruh tokoh agama dan organisasi keagamaan, termasuk Dewan Masjid Indonesia,” katanya.
Falent menegaskan, persaudaraan menjadi kekuatan utama masyarakat TTU dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Di tanah Timor Tengah Utara ini kita mungkin berbeda agama, tradisi dan latar belakang, tetapi kita dipersatukan oleh satu hal yang jauh lebih besar dari perbedaan itu, yakni persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” pungkasnya.
Editor : Sefnat Besie