Persawahan Oeheni Diterjang Banjir Lumpur, 15 KK di Desa Naob Terancam Gagal Panen
Kondisi semakin sulit bagi petani yang sudah terlanjur memotong padi mereka. Tiga orang petani yang sempat memanen dini harus menelan pil pahit karena padi yang disimpan di bawah terpal ikut terendam banjir.
"Padi yang terendam itu nantinya akan berwarna hitam. Saat digiling pun berasnya tidak utuh, pasti hancur. Harganya jatuh dan tidak layak konsumsi secara maksimal," tambah Elias dengan nada lesu.
Nasib lebih tragis dialami oleh Maria Kowati, seorang penggarap lahan milik Milka Babis (80), seorang janda lanjut usia. Sawah yang digarapnya kini tertutup lumpur total, sementara padi masih dalam kondisi hijau (mentah).
"Padi milik nenek Milka masih hijau semua, tidak bisa dipanen paksa. Biasanya bisa dapat puluhan karung, tapi sekarang otomatis gagal panen total karena tertimbun lumpur terlalu lama," kata Maria.
Editor : Sefnat Besie