Persawahan Oeheni Diterjang Banjir Lumpur, 15 KK di Desa Naob Terancam Gagal Panen
KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Kabar tak enak datang dari para petani pesawah di wilayah Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT pasca sawah mereka diterjang luapan banjir dan lumpur dari Kali Oeheni di Desa Naob.
Sedikitnya 5 hektare sawah milik 15 Kepala Keluarga (KK) hancur tertimbun lumpur. Akibatnya, para petani yang sebentar lagi memasuki masa panen kini terancam kehilangan sumber penghidupan mereka.
Salah satu petani terdampak, Elias Tuatefa, mengungkapkan bahwa musibah tersebut terjadi pada Minggu (22/02) sekitar pukul 15.00 WITA. Luapan air sungai bercampur lumpur tebal menerjang persawahan di RT 07 hingga RT 08 selama dua jam.

"Padi kami belum menguning sempurna, tapi sudah terendam lumpur. Sebanyak 11 pemilik lahan dan 4 penggarap terdampak langsung. Kami terpaksa memotong padi lebih awal karena takut ada banjir susulan, padahal belum waktunya panen," ujar Elias saat ditemui di lokasi persawahan Oeheni, Senin (23/02/2026).
Elias menaksir kerugian total dari 15 KK tersebut mencapai hampir Rp100 juta jika dihitung dari biaya produksi mulai dari traktor, bibit, pupuk, hingga potensi hasil panen yang hilang.
Kondisi semakin sulit bagi petani yang sudah terlanjur memotong padi mereka. Tiga orang petani yang sempat memanen dini harus menelan pil pahit karena padi yang disimpan di bawah terpal ikut terendam banjir.
"Padi yang terendam itu nantinya akan berwarna hitam. Saat digiling pun berasnya tidak utuh, pasti hancur. Harganya jatuh dan tidak layak konsumsi secara maksimal," tambah Elias dengan nada lesu.
Nasib lebih tragis dialami oleh Maria Kowati, seorang penggarap lahan milik Milka Babis (80), seorang janda lanjut usia. Sawah yang digarapnya kini tertutup lumpur total, sementara padi masih dalam kondisi hijau (mentah).
"Padi milik nenek Milka masih hijau semua, tidak bisa dipanen paksa. Biasanya bisa dapat puluhan karung, tapi sekarang otomatis gagal panen total karena tertimbun lumpur terlalu lama," kata Maria.
Di tengah ancaman gagal panen, para petani Desa Naob berharap Pemerintah Daerah (Pemda) TTU melalui BPBD segera mengambil langkah konkret. Warga meminta adanya koordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk membangun tembok penahan permanen di sepanjang bantaran Kali Oeheni.
"Sawah ini harapan kami satu-satunya untuk makan dan membiayai sekolah anak-anak. Kami harap pemerintah bisa bangun tembok permanen agar ke depan sawah kami tidak terendam banjir lagi setiap kali hujan deras," harap Elias.
Untuk saat ini, para petani hanya bisa pasrah sambil mencoba menyelamatkan sisa-sisa padi yang masih mungkin dibersihkan dari timbunan lumpur.
Editor : Sefnat Besie