Pembangunan 30 Rumah Warga Miskin Oleh Pemerintah Dikebut, 8 Unit Siap Huni
Gregorius mengakui adanya keterlambatan karena sebagian besar kontrak pekerjaan baru ditandatangani pada Desember 2025. Meski demikian, pihaknya menargetkan seluruh unit rampung pada akhir Februari 2026.
“Kita tetap berupaya supaya dalam bulan Februari ini semua bisa kita selesaikan, sehingga kita bisa fokus pada APBD Induk 2026,” tegasnya.
Kendala utama di lapangan, lanjutnya, adalah distribusi material akibat akses jalan yang sulit, terutama saat musim hujan.
Salah satu lokasi yang cukup terkendala adalah Dusun Oelfab, Desa Tasinifu, yang sulit dijangkau kendaraan.
“Tidak ada mobil yang bisa masuk untuk bawa material. Kita harus sewa tenaga untuk pikul material sampai ke lokasi. Itu yang sedikit menghambat,” ungkapnya.
Bahkan di dalam kota, seperti di wilayah Lurun Tugu, distribusi material juga terkendala karena lokasi rumah berada di belakang dan harus melintasi kebun warga.
Meski demikian, Gregorius mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat, khususnya di Oelfab, yang turut membantu proses pembangunan.
Untuk tahun anggaran 2026, jumlah unit rumah layak huni mengalami penyesuaian akibat efisiensi anggaran. Jika pada 2025 sebanyak 30 unit, maka tahun 2026 dialokasikan 22 unit.
“Enam unit tetap untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal, sedangkan 16 unit merupakan program reguler dari Bapak Bupati,” jelasnya.
Dari 16 unit reguler tersebut, satu unit telah dipastikan untuk atlet putri peraih medali, Yosepin Olin. Proses administrasi, termasuk pengalihan hak tanah dari keluarga, telah diselesaikan.
“Minggu depan kita rencanakan mulai proses pekerjaan, setelah penandatanganan administrasi yang sempat tertunda karena libur,” pungkas Gregorius.
Pemkab TTU berharap seluruh program rumah layak huni plus sanitasi ini dapat meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus mendukung kesehatan lingkungan yang lebih baik di Kabupaten TTU.
Editor : Sefnat Besie