Geliat IKM TTU, 1.200 Produk Lokal Kini Menghuni Gerai Resmi Siap Tembus Pasar Global
Skema NTT Mart ini dinilai sangat menguntungkan pelaku IKM. Dengan sistem pemerintah daerah membeli langsung produk mereka, para pengusaha kecil tidak lagi dibayangi ketidakpastian pasar. Produk-produk seperti kain tenun modifikasi, camilan khas, hingga produk kesehatan tradisional kini memiliki "rumah" resmi yang representatif.
Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menambahkan bahwa keberadaan ribuan item produk ini membuktikan kreativitas masyarakat TTU sangat tinggi. Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus melakukan pendataan agar tidak ada produk UMKM yang tidak tersalurkan.
"Selama ini produk kita banyak, hampir seribu lebih item, tapi tidak terdata. Hari ini, dengan adanya NTT Mart, semua produk dari 40 IKM ini mendapatkan legitimasi. Kita pastikan harganya standar sehingga pasar merespon positif," kata Bupati Falent.
Bupati Falent menambahkan, kualitas 1.200 produk yang dipasok para pengusaha IKM TTU ini pun tidak main-main. Beberapa di antaranya bahkan telah mendapatkan undangan pameran di Belanda dan Hungaria pada tahun ini.
Sementara itu, Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, yang meresmikan gerai tersebut, memuji konsistensi para pengusaha IKM dalam menjaga mutu. Berdasarkan penilaian Badan POM, produk olahan dari TTU dikenal memiliki standar keamanan dan kualitas yang berkelas.
"Ini bukan sekadar pajangan, tapi produk berkelas yang siap bersaing. Dengan dukungan 40 IKM ini, NTT Mart TTU menjadi tulang punggung baru dalam mengenalkan kekayaan lokal kita ke kancah nasional hingga internasional," pungkas Gubernur Melki.
Editor : Sefnat Besie