Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Sumur Bor Polda NTT Bikin Beban Air Warga Belo Turun Drastis, Kini Cukup Rp30 Ribu per Bulan
Advertisement . Scroll to see content

Pusat Pengembangan Bahasa dan Sastra Perkuat Literasi di NTT

Selasa, 11 November 2025 | 08:32 WIB
  • author Eman Suni
Pusat Pengembangan Bahasa dan Sastra Perkuat Literasi di NTT
Diseminasi Kebahasaan di Kupang, Wujud Cinta Bahasa dan Budaya, Selasa (11/11/2025). Foto: Eman Suni

KUPANG,iNewsTTU.id-- Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menggelar kegiatan Diseminasi Produk Pengembangan Kebahasaan dan Kesastraan di Hotel Harper Kupang, Senin (10/11/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh para guru dan siswa SMA/SMU se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan dibuka secara resmi oleh Anita Jacoba Gah, anggota Komisi X DPR RI.

Dalam sambutannya, Anita Jacoba Gah menegaskan pentingnya menjaga keutamaan bahasa Indonesia, melestarikan bahasa daerah, dan menguasai bahasa asing.

“Mari kita jadikan bahasa sebagai sarana persatuan, pelestarian budaya, dan penghubung Indonesia dengan dunia internasional,” ujarnya.

Anita juga menyampaikan apresiasi kepada para guru dan kepala sekolah yang hadir dalam kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa pengembangan kebahasaan dan kesastraan bukan sekadar pelestarian, tetapi juga penguatan identitas nasional dan karakter generasi muda.

“Di era digital saat ini, banyak anak-anak yang mulai kehilangan kesantunan dalam berbahasa. Melalui kegiatan ini, saya berharap para guru dapat menanamkan kembali nilai moral, sopan santun, dan kecintaan terhadap bahasa serta budaya bangsa,” tutur Anita.

Ia menambahkan, kegiatan diseminasi ini bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November, sehingga menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap bahasa Indonesia sebagai jati diri bangsa.

“Bahasa Indonesia dan bahasa daerah harus dijaga bersama. Di NTT, kita memiliki 72 bahasa daerah yang perlu dilestarikan dan diajarkan kepada generasi muda agar tidak punah,” tegasnya.

Anita juga mengajak para guru untuk memberikan masukan kepada pemerintah terkait strategi mempertahankan bahasa daerah dan mengintegrasikannya dalam pembelajaran di sekolah.

Editor: Sefnat Besie

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut