get app
inews
Aa Text
Read Next : Cemburu, Pria di Kupang Nyaris bakar Istri Hidup-Hidup

Sektor Perhotelan dan Restoran Terpukul, Okupansi Lebaran 2025 Anjlok 20 Persen

Rabu, 02 April 2025 | 20:17 WIB
header img
Sektor Perhotelan dan Restoran Terpukul, Okupansi Lebaran 2025 Anjlok 20 Persen. Foto: MPI


JAKARTA, iNewsTTU.id– Sektor perhotelan dan restoran di Indonesia dilaporkan mengalami penurunan okupansi yang signifikan pada momen libur Lebaran tahun ini. Data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menunjukkan penurunan okupansi mencapai angka yang cukup mengkhawatirkan, yakni sebesar 20 persen.

Sekretaris Jenderal PHRI, Maulana Yusran, mengungkapkan bahwa tren penurunan ini sejalan dengan data pergerakan transportasi dari Kementerian Perhubungan yang mencatat penurunan mobilitas masyarakat sebesar 30 persen. Menurutnya, penurunan aktivitas mudik dan perjalanan wisata ini secara langsung berdampak pada tingkat kunjungan ke hotel dan restoran di berbagai daerah.

"Dari hotel dan restoran di momen Lebaran tahun ini, kalau dikatakan penurunan, saya masih yakini itu terjadi. Karena bagaimana pun, data pergerakan transportasi dari Kementerian Perhubungan turun 30 persen," ujar Maulana Yusran saat dihubungi pada hari ini, Rabu (2/4/2025).

Lebih lanjut, Maulana secara spesifik menyoroti penurunan okupansi hotel di Pulau Jawa yang mencapai 20 persen. Sektor restoran pun merasakan dampak serupa akibat berkurangnya mobilitas masyarakat.

Selain faktor penurunan wisatawan domestik, Maulana juga menyoroti penurunan drastis pada segmen pelanggan dari pemerintah, yang selama ini menjadi salah satu pilar utama pendapatan industri perhotelan. "Saat survei dilakukan, tiket reservasi untuk kegiatan pemerintah bisa dikatakan hampir tidak ada. Ini menjadi tantangan tersendiri bagi bisnis hotel setelah Lebaran. Jika kondisi ini terus berlanjut, pengurangan tenaga kerja pasti akan terjadi," tegasnya.

Dampak dari efisiensi anggaran pemerintah bahkan telah memakan korban. Maulana mengungkapkan laporan bahwa dua hotel di kawasan Bogor terpaksa menutup operasionalnya karena tidak mampu bertahan dengan kondisi pasar yang lesu. "Beberapa hari sebelum Lebaran, ada yang sudah melaporkan ke kami bahwa dua hotel di Bogor tutup karena tidak kuat menghadapi efisiensi ini. Pasarnya turun habis," katanya.

Editor : Sefnat Besie

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut