Menjaga Warisan Leluhur, Suku Tertua di TTU Gelar Ritual Sebelum Panen Jagung Muda
KEFAMENANU, iNewsTTU.id – Masyarakat Desa Banuan, Kecamatan Insana Fafinesu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), kembali membuktikan keteguhannya dalam menjaga tradisi leluhur.
Melalui Suku Uspupu, ritual sakral bertajuk Eka Ho’e digelar sebagai syarat mutlak sebelum masyarakat diperbolehkan menikmati hasil panen jagung muda (Tah Feu).
Ritual yang sarat akan makna syukur dan perlindungan alam ini dipusatkan di Batu Pemali, lokasi sakral yang dikenal sebagai Bale Naek Banuan, Kamis (12/02/2026).
Kepala Desa Banuan, Agustinus Manbait, menceritakan bahwa Eka Ho’e adalah bentuk komunikasi spiritual antara masyarakat dengan Sang Pencipta dan para leluhur melalui media Batu Pemali.

"Ritual ini adalah permohonan agar tanaman di kebun warga dijauhkan dari serangan hama serta musibah alam. Kami berharap kekayaan alam ini menghasilkan buah yang melimpah dan membawa kemakmuran bagi seluruh rakyat," ujar Agustinus di sela-sela prosesi adat.
Tradisi ini menjadi "pintu masuk" bagi seluruh suku di Desa Banuan sebelum melaksanakan upacara makan jagung muda di rumah adat masing-masing. Sebagai salah satu pemegang otoritas adat besar di wilayah Insana, Suku Uspupu memegang peranan krusial dalam memimpin prosesi ini.
Tanpa melalui tahapan Eka Ho’e, jagung muda yang ada di kebun dianggap belum "sah" secara adat untuk dikonsumsi. Hal ini menunjukkan betapa kuatnya tatanan hukum tak tertulis yang masih dipegang teguh oleh masyarakat setempat di tengah gempuran modernisasi.
"Ini dilakukan setiap tahun. Suku Uspupu sebagai bagian dari sejarah besar Insana memastikan warisan sakral ini tidak boleh hilang atau dipatahkan oleh perkembangan zaman," tambahnya.
Prosesi ini dihadiri oleh para tetua adat, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. Mereka yang hadir adalah para pengelola tanah ulayat Suku Uspupu yang meyakini bahwa keberhasilan panen bukan hanya hasil kerja keras fisik, tetapi juga berkat restu dari alam.
Di Desa Banuan, jagung muda adalah simbol keberlanjutan hidup. Melalui ritual Eka Ho’e, masyarakat diajarkan untuk menghargai proses, menghormati tanah, dan senantiasa bersyukur atas setiap jengkal hasil bumi yang diberikan alam.
Dengan tetap tegaknya tradisi ini, Desa Banuan menjadi potret nyata bagaimana kearifan lokal di Timor Tengah Utara tetap menjadi benteng pertahanan budaya yang kokoh bagi generasi mendatang.
Editor : Sefnat Besie