Jadi Membership Taman Nasional Komodo, Bebas Masuk Keluar Selama Setahun, Simak Fasilitasnya

"Kadang selama ini jualan mereka tidak laku. Kadang pulang tanpa satu pun yang terjual. Nah, kali ini ada kepastian. Kedepan kalau bisa konter-konter souvenir di sana kita kosongkan saja. Benar-benar itu buat komodo. Souvenir itu bisa ditauruh di Bandara atau Pelabuhan atau di tempat yang lebih rapih dan punya standar lebih tinggi," tambahnya.
Sedangkan yang keempat adalah, biaya konservasi. Untuk hal konservasi ini mencakup banyak hal dan tertuang dalam PKS antara Balai TNK dan PT Flobamor, baik itu rencana kerja jangka pendek, jangka menengah maupun jangka panjang.
"Jadi nantinya tahun pertama bisa dievaluasi, apakah berjala sesuai rencana ataukah sebaliknya. Begitu juga dengan tahun kedua, ketiga dan seterusnya. Jadi tidak serta-merta biaya konservasi ini dimanfaatkan oleh PT Flobamor sendiri," terang Abner Ataupah.
Menurut Abner Ataupah, berbagai hal yang mencakup konservasi adalah pengelolaan sampah, penanaman dan transplantasi terumbu karang yang mana sesuai dengan hasil kajian Balai Konservasi, penelitian-penelitian lanjutan, pemberdayaan masyarakat khususnya UMKM, penanaman pohon, penanaman bambu, serta hal lain yang berhubungan dengan konservasi.
"Secara detail pun telah tertuang di dalam perjanjian kerja sama antara PT Flobamor dan Balai Taman Nasional Komodo. Jadi ini bukan suka-sukanya PT Flobamor. Tidak bisa juga dilakukan secara sepihak oleh PT Flobamor," tutup Abner Ataupah.
Editor : Sefnat Besie